Padahal, jika tidak ditangani, gangguan ini dapat memaksa jantung bekerja lebih keras dan berisiko memicu gagal jantung. Salah satu penanganan yang umum direkomendasikan dokter adalah operasi katup jantung bocor.
Lantas, seperti apa prosedurnya dan kapan tindakan ini perlu dilakukan?
Apa Itu Operasi Katup Jantung Bocor?
Operasi katup jantung bocor adalah tindakan medis untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang tidak berfungsi normal, agar aliran darah kembali lancar dan searah.
"Seseorang dikatakan mengalami katup jantung bocor ketika salah satu katup jantung atau lebih (mitral, trikuspid, pulmonal, dan aorta) tidak dapat bekerja dengan baik, yakni mengatur aliran darah di dalam jantung agar tetap searah," ujar Tim Medis Siloam Hospitals, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).
Dalam kondisi normal, katup jantung bekerja layaknya pintu satu arah. Jika "pintu" ini tidak menutup rapat, darah bisa mengalir balik dan membebani kerja jantung.
Jenis Operasi Katup Jantung Bocor
Jenis operasi katup jantung bocor, termasuk pada kondisi regurgitasi katup mitral, secara umum terbagi menjadi dua pilihan tindakan medis, yaitu perbaikan katup dan penggantian katup jantung.
Perbaikan katup jantung biasanya dilakukan apabila struktur katup masih dapat dipertahankan, seperti pada banyak kasus regurgitasi katup mitral.
Metode yang digunakan antara lain pemasangan cincin khusus agar katup bisa menutup rapat kembali, pemasangan klip pada katup melalui pembuluh darah tanpa operasi terbuka, penambalan pada bagian katup yang robek atau berlubang, perbaikan otot penopang katup, serta pembentukan ulang katup agar dapat berfungsi normal kembali.
Sementara itu, penggantian katup jantung dilakukan jika kondisi katup sudah mengalami kerusakan berat dan tidak memungkinkan untuk diperbaiki. Metode yang digunakan antara lain Ross Procedure, yaitu mengganti katup aorta dengan katup paru milik pasien sendiri, serta TAVR (transcatheter aortic valve replacement) yang dilakukan melalui kateter yang dimasukkan lewat pembuluh darah.
Katup pengganti yang digunakan terbagi menjadi dua jenis, yakni katup biologis yang umumnya tidak memerlukan konsumsi obat pengencer darah jangka panjang, serta katup mekanik yang mengharuskan pasien mengonsumsi obat pengencer darah seumur hidup.
Kapan Operasi Katup Jantung Diperlukan?
Operasi katup jantung dianjurkan pada penyakit katup jantung ketika katup mengalami kebocoran (regurgitasi), termasuk regurgitasi katup mitral, atau saat katup menjadi kaku dan sulit terbuka (stenosis), sehingga kondisi tersebut mulai mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah secara optimal. Pada tahap ini, tindakan medis tidak hanya bertujuan meredakan gejala, tetapi juga mencegah penurunan fungsi jantung yang lebih serius.
Sejumlah studi menegaskan pentingnya penanganan yang tepat waktu. Penelitian dalam ESC Heart Failure (2020) menunjukkan pasien dengan kebocoran katup mitral akibat gangguan jantung lain memiliki risiko kematian dan rawat inap yang lebih tinggi akibat komplikasi kardiovaskular.
Karena itu, evaluasi medis yang menyeluruh serta keputusan operasi yang tepat menjadi langkah krusial untuk memperbaiki prognosis dan kualitas hidup pasien.
Prosedur operasi diawali dengan persiapan, seperti puasa dan penghentian obat tertentu, kemudian dilanjutkan dengan anestesi umum agar pasien tertidur selama tindakan.
Operasi dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien. Setelah menjalani tindakan operasi, pasien akan dipantau di ICU selama satu hari atau lebih untuk memastikan kondisi stabil. Selanjutnya, pasien memasuki tahap pemulihan yang meliputi latihan ringan dan latihan pernapasan. Lama rawat inap akan menyesuaikan dengan kondisi pasien serta jenis operasi yang dilakukan.
Meski operasi katup jantung tergolong aman, prosedur ini tetap memiliki sejumlah risiko, termasuk perdarahan, infeksi, gangguan irama jantung, penggumpalan darah, hingga gangguan fungsi katup. Risiko kematian juga mungkin terjadi, meski sangat jarang. Karena itu, setiap keputusan untuk melakukan operasi selalu didahului dengan evaluasi medis yang menyeluruh.
Perlukah Second Opinion?
Meminta second opinion sebelum operasi jantung bisa menjadi cara untuk memastikan rencana terapi yang paling tepat bagi kondisi pasien. Langkah ini bukan untuk meragukan anjuran dokter, melainkan sebagai bentuk memastikan setiap keputusan medis dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Pasien dapat membawa ringkasan medis atau hasil pemeriksaan untuk dikonsultasikan kembali dengan dokter lain, sehingga mendapatkan perspektif tambahan tentang pilihan perawatan. Di Indonesia, berbagai fasilitas medis dan dokter berpengalaman memungkinkan peninjauan ulang diagnosis dilakukan dengan mudah tanpa harus pergi ke luar negeri.
Second opinion dapat dilakukan dengan lebih mudah di Indonesia melalui jaringan dokter berpengalaman dan fasilitas berstandar internasional. Melalui Siloam Medical Concierge, pasien dapat memperoleh pendampingan second opinion secara terintegrasi dan personal. Kunjungi www.secondopinion.id untuk informasi lebih lanjut dan memulai konsultasi Anda dengan tenang, tanpa harus bepergian ke luar negeri. (adv/adv)











































