Kolesterol dan Faktanya

Kolesterol dan Faktanya

- detikHealth
Rabu, 12 Agu 2009 09:55 WIB
Kolesterol dan Faktanya
Jakarta - Kolesterol merupakan senyawa sterol (gabungan antara senyawa steroid dan alcohol) dan lemak yang ditemukan dalam membran sel di semua jaringan tubuh. Kolesterol secara normal diproduksi dalam tubuh dan mempunyai banyak fungsi penting.

Fungsi-fungsi tersebut antara lain membuat membran sel mempunyai derajat kekentalan tertentu sehingga dapat bertahan pada berbagai rentang suhu, berfungsi sebagai antioksidan, membantu pembentukan empedu, membantu dalam memetabolisme vitamin-vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K), serta merupakan prekusor dalam pembentukan vitamin D dan hormon-hormon steroid (termasuk di dalamnya hormone progesteron, estrogen dan testosteron).

Dalam tubuh, kolesterol ditransportasikan melalui plasma darah dengan cara berikatan dengan protein. Ikatan ini disebut dengan Lipoprotein. Terdapat 2 jenis utama dari lipoprotein:
  1. Low Density Lipoprotein (LDL), bertugas untuk mengirimkan kolesterol kedalam jaringan-jaringan tubuh yang memerlukan. Bila kadar LDL terlalu tinggi, maka akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pada didnding bagian dalam arteri (asterosklerosis), yang kemudian dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Jumlah normal yang dianjurkan adalah dibawah 100 mg/dL.
  2. High Density Lipoprotein (HDL), bertugas untuk mengambil kelebihan kolesterol dalam tubuh. Jumlah normal yang dianjurkan adalah diatas 40 mg/dL.

Jika dilihat uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kolesterol bukanlah penyakit ataupun setan yang harus kita jauhi. Dalam kadar yang normal, kolesterol sangatlah membantu tubuh kita untuk menjaga dalam kondisi sehat. Permasalahan terjadi apabila kadarnya menjadi tidak seimbang dan berlebihan. Keadaan ini dapat terjadi karena : kegemukan, merokok, minum alkohol, gagal hati, diabetes dan hipertensi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti banyak penyakit yang terjadi, hiperkolesterolimia (kelebihan kolesterol), dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup seperti: berhenti merokok, berhenti minum minuman beralkohol, berolah raga yang teratur dan makan makanan dengan komposisi yang baik. Akan tetapi, perubahan gaya hidup biasanya tidak dapat menurunkan kadar kolesterol yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Bila hal ini terjadi, maka diperlukan pemakaian obat-obatan penurun kolesterol.

Salah satunya adalah obat golongan statin (Pravastatin (Invastin)). Obat-obatan golongan ini akan dapat menurunkan kadar LDL dan menaikkan kadar HDL dalam tubuh secara cepat. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja enzim HMG-CoA-Reduktase yang berfungsi dalam sintesa kolesterol dalam tubuh. Selain itu, obat ini juga meningkatkan reseptor LDL dalam tubuh sehingga LDL yang terbentuk akan banyak diserap dalam hati.

Golongan lain dari penurun kolesterol adalah golongan fibrate yang merupakan turunan asam fibrat. Contoh obat dari golongan ini adalah Gemfibrozil. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh dan meningkatkan HDL.

Sekali lagi, seperti banyak penyakit, pada umumnya perawatan atau pengobatan yang efektif dapat tercapai dengan mengkombinasikan perubahan gaya hidup dan meminum obat secara teratur sesuai anjuran dokter.

PT Indofarma Tbk sejak lama telah memanfaatkan kekayaan flora Indonesia yang sangat kaya akan tanaman berkhasiat obat. PROLIPID dengan komposisi daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia), daun Kemuning (Murayyae paniculata) dan daun Tempuyung (Sonchus arvencis) merupakan produk herbal yang telahterbukti secara pre klinis menurunkan kolesterol dalam darah. (Advetorial Indofarma)

Rekomendasi Obat


(adv/adv)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads