Pengamatan adanya diare tersebut dan komplikasi pada pasien lanjut usia membutuhkan pencegahan. Salah satu diantaranya yitu dengan menghindari obat yang menyebakan diare akan bermanfaat secara klinik.
Beberapa studi klinik melaporkan bahwa diare pada pasien lanjut usia yang disebabkan obat sangat erat berhubungan. Ini berkaitan dengan kualitas hidup dan status fungsi yang berhubungan dengan individu, sehingga menyebabkan inkonsistensi fecal, tingkat kejadian yang tinggi, dan yang berbahaya bisa menyebabkan kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obat yang menyebabkan diare yaitu obat antimikroba, proton pump inhibitor (PPI), allopurinol, psycholeptics, garam besi, digoxin, angiotensin II receptor blockers (ARB), kortikosteroid, I-thyroxin, antibiotik, nonsteroid anti-inflamatorory drugs (NSAID), dan selective seretonin reuptake inhibitors (SSRI), dan obat untuk penyakit obstruktif saluran pernapasan.
Beberapa Mekanisme penyebab diare yang berhubungan dengan obat tersebut terjadi karena bisa mempengaruhi pertahanan saluran pencenaan, kerusakan mukosal usus kecil dan besar dan atau gangguan dari proses normal patofisiologi dari cairan dan absorpsi dan sekresi elektrolit.
Antibiotik-Assocoated Diarrhea adalah efek samping yang sering terjadi dari terapi menggunakan antibiotik. Menurut penelitian dari obat yang disebutkan di atas, pravelensi penggunaan antibiotik yang menyebabkan diare adalah 20%.
Terapi dengan antibiotik, khususnya agen spektrum luas akan mempengaruhi microflora alami usus, dengan konsekuensi dengan meningkatnya resiko dari profileration dari mikroorganisme seperti Clostridium difficile (C.difficle). (Advetorial Indofarma)












































