Proses penglihatan melibatkan banyak hal. Pada mata normal, sinar sejajar atau paralel dari benda jauh akan dibelokkan oleh kornea dan lensa. Sinar tersebut difokuskan tepat pada retina atau makula yang kemudian diteruskan melalui saraf optik ke otak sehingga akan menghasilkan penglihatan yang jelas.
Akan tetapi proses penglihatan ini berkurang ketika berusia lanjut. Para orang usia lanjut, mulai terjadi presbiopia atau mata tua. Presbiopia, dijelaskan oleh Dr. Rumita Salim Kadarisman, Sp.M, merupakan penurunan kemampuan akomodasi lensa mata sehingga lensa mata tidak cukup kuat untuk berakomodasi agar sinar jatuh di retina. Kondisi ini biasanya dimulai pada usia 40 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain proses penglihatan yang mengalami penurunan, pada mereka yang berusia lanjut juga kerap mengeluhkan mata kering atau dry eye. Dikatakan Dr. Rumita, sebanyak 6 persen usia 40 tahun atau lebih mengalami mata kering. Prosentasenya menjadi 10-15 persen pada usia lebih dari 65 tahun.
Pada tahap awal, mata kering ditandai dengan rasa mengganjal, sepet, perih, cepat lelah, dan penglihatan kadang-kadang terganggu. Dr. Rumita mengatakan tes Schirmer bisa dilakukan guna mengukur jumlah air mata.
"Normalnya, jumlah air mata lebih dari 10 mm. Tapi bila jumlahnya kurang dari 10 mm, maka bisa dikatakan sebagai mata kering," jelas Dr. Rumita.
Tahap lanjut, mata menjadi kotor, pembuluh darah di permukaan mata melebar. Pengobatan bisa diberikan ketika sudah mulai ada keluhan. Penggunaan tetes air mata buatan sebagai pelembab dapat diberikan, tetapi hendaknya dikonsultasikan ke dokter mata. Karena yang paling penting adalah memeriksakan mata terlebih dulu guna mengetahui masalah yang dialami.(Advetorial Indofarma)












































