Glaukoma merupakan kerusakan saraf mata yang disertai berkurangnya lapang pandang yang khas. Dr. Rumita mencontohkan kejadian yang mampir di ruang praktiknya.
"Ada seorang pasien yang datang ke tempat praktik. Pasien tersebut diminta untuk duduk. Tapi apa daya, si pasien malah kesulitan mencari-cari kursi. Setelah beberapa saat, barulah terlihat kursi yang dimaksud," terang Dr. Rumita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Penglihatan kabur dan tidak nyaman
- Kacamata yang tidak cocok
- Sakit di sekitar mata dan kepala yang hilang-timbul
- Nampak lingkaran seperti warna pelangi atau halo di sekeliling sumber cahaya
- Kurang mampu melihat objek yang bergerak cepat
- Kurang beradaptasi dengan terang dan gelap
- Mudah tersandung saat berjalan ataupun menabrak benda-benda yang berada di sekitarnya.
Ada sejumlah faktor risiko yang berkaitan dengan kejadian glaukoma. Misalnya saja tekanan bola mata yang tinggi, hipertensi, serta diabetes mellitus (DM). Bila tidak segera dideteksi dan ditangani, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen. Tapi, lanjut Dr. Rumita, gangguan penglihatan ini bisa dicegah atau diperlambat kebutaannya bila dideteksi dini dan mendapat pengobatan yang tepat.
Contohnya saja adalah dengan melakukan pemeriksaan mata kala usia 40 tahun, terutama bila ada anggota keluarga yang menderita glaukoma. Sebab, Anda memiliki kemungkinan 4-8 kali menderita glaukoma. Pada diabetesi, hendaknya secara rutin memeriksakan kadar gula darah mereka. ini karena penderita DM berisiko mengalami glaukoma, selain penderita hipertensi, hipertiroid, anomali refraksi, emosi, migren, penyempitan pembuluh darah dan pengguna obat tetes mata yang mengandung steroid.
Namun, bila sudah mengalami glaukoma, maka mata harus diperiksa secara teratur. Upaya terapi, tambah Dr. Rumita, diperlukan guna menurunkan tekanan bola mata secara konsisten, seperti dengan penggunaan obat tetes, obat minum, laser, maupun operasi.
Retinopati
Merupakan gangguan penglihatan karena adanya kelainan pada retina. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari penyakit DM, hipertensi hingga usia lanjut. Jika terjadi gangguan retina sebagai akibat komplikasi diabetes disebut sebagai retinopati diabetik.
Komplikasi terjadi karena kadar gula dalam darah meninggi yang mengakibatkan kebocoran pada pembuluh darah. Kondisi ini membuat ketajaman penglihatan menurun hingga menimbulkan kebutaan.
Sebanyak 50 persen diabetesi akan menderita penyakit ini 15 tahun kemudian. Yang membuat retinopati diabetik pun menjadi penyebab kebutaan terbesar pada penderita diabetes.
Kini telah banyak beredar food supplement yang berguna untuk memperlambat proses pemudaran penglihatan diantaranya adalah Bio vision Gold. Cukup dengan mengkonsumsi 1 (satu kapsul) setiap hari sudah dapat mencukupi kebutuhan asupan karoten yang diperlukan untuk melindungi mata dari bahaya sinar ultra violet. Bio vision Gold mengandung triple anti-oksidant, lutein, zeaxhanthine dan ekstrak bilberry menjadikan mata tetap sehat hingga usia senja.(Advetorial Indofarma)












































