Pencegahan DM tidaklah sulit yakni hanya dengan menjaga keseimbangan makanan (menghindari makanan tinggi lemak dan mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat) dan olahraga teratur.
Pola makan yang buruk seperti konsumsi gula yang berlebihan, junk food menjadi pemicu timbulnya DM. Boleh-boleh saja mengonsumsi makanan tersebut tapi perlu tiap hari kan. Malas olahraga juga bisa menjadi pemicunya apalagi jika Anda senang makan enak tapi malas bergerak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat dua tipe DM yang umum terjadi di Indonesia, pertama adalah DM yang bergantung pada insulin (insulin-dependent diabetes mellitus), disebabkan karena destruksi sel beta langerhans akibat proses auto imun (tidak diketahui sebabnya) sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita pada anak-anak maupun dewasa.
Tipe DM yang kedua adalah DM yang tidak bergantung pada insulin (non-insulin-dependent diabetes mellitus) akibat dari kegagalan relatif sel beta langerhans sehingga terjadi resistensi terhadap insulin (sensitifitas insulin berkurang).
Penyebab pasti dari penyakit ini tidak diketahui namun dicurigai salah satunya akibat kegemukan (overweight). Diabetes mellitus (DM) yang timbul akibat kegemukan ini biasanya terjadi pada usia lanjut atau diatas 40 tahun.
Melakukan diagnosa pada penderita DM tidaklah sulit, antara lain adanya keluhan sering buang air kecil (polyuria) terutama pada malam hari, sering merasa haus (polydipsi), sering merasa lapar (polyfagi), badan mengurus serta lemas merupakan cara kita untuk mengetahui seseorang tersebut terkena DM atau tidak. Terlebih apabila hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan angka yang melebihi 200 mg/dl, maka seseorang tersebut sudah bisa dipastikan mengidap DM.
Penanganan terhadap penyakit DM pun tidak sembarangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah laboratorium, jika kadar gula darah mendekati angka normal, maka dokter akan menganjurkan diet rendah kalori terlebih dahulu serta olah raga teratur. Namun apabila tidak juga mengalami penurunan kadar gula darah, maka dokter biasanya akan memberikan obat oral anti diabet (OAD). (Advetorial Indofarma)












































