Antibiotik ialah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Antibiotik digunakan untuk mengatasi penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, misalnya infeksi saluran nafas, infeksi saluran kemih, infeksi tulang, infeksi kulit dan kelamin, dan lainnya.
Salah satu bahaya jika meminum antibiotik sembarangan adalah resistensi antibiotik. Artinya antibiotik tidak mempan lagi digunakan untuk mengatasi infeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Resistensi antibiotik dapat terjadi jika:
1. Antibiotik yang digunakan tidak tepat dengan indikasi penyakit
2. Aturan pakai yang tidak tepat, harusnya diminum 3 kali sehari, hanya diminum 1 kali sehari
3. Antibiotik tidak dihabiskan sesuai anjuran dokter.
Antibiotik termasuk kelompok obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter dan diawasi penggunaannya oleh dokter.
Jenis antibiotika sudah sangat beragam, misalnya antibiotik beta-lactam, termasuk didalamnya antibiotik sejuta umat Amoxicillin, Ampicillin, Sefalosporin, dll. Kemudian antibitik aminoglikosida, antibiotik kloramfenikol,
antibiotik makrolida, antibiotik quinolon, antibiotik tetrasiklin, dan lain-lain.
Pilihan antibiotik apa yang tepat dengan penyakit pasien, tentunya harus berdasarkan diagnosa yang tepat dari dokter, sehingga dengan tepat diagnosa maka tepat pula pilihan antibiotiknya.
Jadi jangan asal meminum antibiotik tanpa resep dokter, akibatnya dapat terjadi risiko efek samping obat, alergi obat dan risiko resistensi antibiotik.
Rangkaian produk antibiotik PT Indofarma saat ini mencapai 50 item produk dan terdiri dari beberapa kelompok antibiotik yang disebut di atas.
Jika ingin sehat tapi hemat gunakan antibiotik generik Indofarma dan pastikan Anda meminum antibiotik sesuai dengan aturan pakai dari dokter.(Advetorial Indofarma)












































