Bakteri TB merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.
Maka itu penting bagi penderita TB untuk disiplin minum obat sesuai anjuran dokter. Jika disiplin ditegakkan, pengobatan TB dalam waktu 6 hingga 9 bulan biasanya sudah mulai membuahkan hasil. Jika pengobatan yang dilakukan terputus dapat berakibat munculnya kasus kekebalan terhadap obat anti TB. Bahkan pengobatan harus diulang dari awal atau malah obat sudah tidak efektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah), perasaan tidak enak (malaise), dan lemah.
Seperti diketahui bersama penyakit TB merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Berdasarkan statistik bahwa sper penduduk dunia telah terinfeksi TB. Dari data yang ada, 8 juta jiwa terdeteksi sebagai penderita baru dan 3 juta penderita meninggal setiap tahunnya. Di dunia ini tidak ada satu negara pun yang bebas dari penyakit tuberkulosis.
Di Indonesia, penyakit TBC masih menempati urutan ke-3 di dunia untuk jumlah kasus setelah India dan China. Walaupun secara prosentase angka penderita TBC di Indonesia sudah menurun, namun setiap tahun penderita TBC bertambah sekitar 9 juta. Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru dan sekitar 140.000 kematian akibat TB.
Seiring dengan visi perusahaan untuk selalu berkontribusi dalam upaya penanganan kesehatan masyarakat, maka PT Indofarma Tbk terpanggil untuk mempersembahkan produk unggulan dengan menyediakan Obat Anti Tubercolosis (OAT) dengan sistem Kombinasi Dosis Tetap (FDC: Fixed Dose Combination) yang berkualitas.
Pengobatan tuberkulosis berlangsung dalam waktu cukup lama 6-9 bulan dan standar produk yang digunakan harus melakukan uji kesetaraan kualitas dengan produk inovator.(Advetorial Indofarma)












































