Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa, berbentuk batang lurus atau sedikit melengkung dan tidak berkapsul dan bersifat tahan asam. Bakteri ini ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga diberi nama baksil Koch. Penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut Koch Pulmonum (KP).
Penyakit TBC menular melalui udara yang tercemar bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan penderita TBC batuk atau bersin. Bakteri ini di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah) dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patogenesis terdiri dari TB Primer adalah kuman TB masuk melalui saluran napas kemudian bersarang di jaringan paru menimbulkan peradangan dan TB Postprimer adalah TB yang muncul bertahun-tahun kemudian setelah TB Primer, biasanya pada usia 15-40 tahun, TB bentuk dewasa, TB menahun, dapat menjadi sumber penularan.
Gejala klinis TB Paru (menyerang jaringan paru) dibagi menjadi 2 yaitu gejala lokal (Gejala Respiratori) antara lain batuk kurang lebih 2 minggu, batuk darah, sesak napas, nyeri dada dan Gejala sistemik seperti demam, malaise, keringat malam, anoreksia dan berat badan menurun.
Gejala klinis TB Ekstraparu (menyerang organ tubuh lain selain paru misalnya getah bening, selaput otak, tulang, ginjal, saluran kencing dll). Gejalanya tergantung dari organ yang terlibat, misalnya pada limfadenitis TB akan terjadi pembesaran yang lambat dan tidak nyeri dari kelenjar getah bening, pada meningitis TB akan terlihat gejala meningitis, pada pleuritis TB terdapat gejala sesak napas dan kadang nyeri dada pada sisi rongga pleuranya terdapat cairan
Pengobatan TB terbagi menjadi 2 fase antara lain fase intensif atau initial phase (Tahap intensif/awal pasien mendapat obat setiap hari dan lama pengobatan berlangsung selama 2-3 bulan). Serta fase lanjutan atau continuation phase (Tahap lanjutan ini pasien mendapat jenis obat lebih sedikit namun dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan fase awal (4-7 bulan).
Obat yang dipakai dibedakan berdasar jenis obat utama atau primer (Isoniazid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z), Streptomisin (S), Etambutol (E)) serta jenis obat tambahan (Kanamisin, Amikasin, kuinolon,dll). (Advetorial Indofarma)












































