Diare adalah keadaan perubahan buang air besar dari biasanya, baik frekuensi atau jumlah buang air yang menjadi sering dan keluar dalam konsistensi lembek sampai cair.
Kasus ini banyak terdapat di negara-negara berkembang dengan standar hidup rendah, dimana dehidrasi akibat diare merupakan salah satu penyebab kematian penting pada anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan ini, telah banyak diketahui bahwa penyebab utama diare pada anak adalah infeksi rotavirus. Pada negara berkembang, infeksi virus ini adalah penyebab dari 20-25 persen kematian karena diare, dan 6 persen dari seluruh kematian pada anak berusia kurang dari 5 tahun.
Mekanisme diare terjadi berawal dari lambung dan duodenum melakukan proses digesti setiap makanan. Kontraksi ritmik dari peristaltis perlahan mendorong makanan yang dicerna ke arah anus untuk dieliminasi. Apabila digesti tidak dapat dilakukan akibat aktivitas toksin, iritabilitas, atau kelebihan kapasitas, maka pencernaan akan memanifestasikannya berupa diare maupun muntah.
Sehingga kontrol otak terhadap proses defekasi normal menjadi tidak mungkin akibat gerakan peristaltik yang terus meningkat. Karena intestinal tidak memiliki cukup waktu untuk menyerap makanan, maka malabsorpsi dan dehidrasi biasanya terjadi pada saat seseorang menderita diare.
WHO dan USAID menjelaskan dalam prinsip penatalaksanaan diare adalah mencegah terjadinya dehidrasi, karena salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Bila terjadi dehidrasi terapi yang paling tepat adalah pemberian cairan rehidrasi oral, bila memungkinkan. Namun bila terjadi dehidrasi berat, harus dilakukan rehidrasi melalui intravena, sebelum dilanjutkan dengan terapi oral.
Disamping itu, beberapa penelitian menyatakan bahwa suplementasi zinc dapat mengurangi durasi dan keparahan dari episode diare, dan juga menurunkan insidens terjadinya episode diare pada 2-3 bulan ke depan. Karena itu, pemberian suplemen zinc direkomendasikan untuk diberikan pada pasien diare segera setelah terjadinya diare.
Zinc merupakan salah satu mikronutrien yang penting dalam tubuh, dengan lebih dari 90 macam enzim memerlukan zinc sebagai kofaktornya, termasuk enzim superoksida dismutase. Enzim ini berfungsi untuk metabolisme radikal bebas superoksida sehingga kadar radikal bebas ini dalam tubuh berkurang. Zinc juga berperan dalam epitelisasi dinding usus yang mengalami baik kerusakan morfologi maupun fungsi selama diare.
Zinc sebagai pengobatan diare, diberikan bersama cairan rehidrasi oral (Oralit). Dosis zinc yang direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF adalah 20 mg perhari selama 10-14 hari pada anak dan bayi di atas 6 bulan, sedangkan untuk bayi di bawah 6 bulan diberikan zinc 10mg perhari.
Menangkap rekomendasi WHO & USAID yang didukung penelitian-penelitian serta dukungan dari organisasi profesi dokter anak Indonesia maka pada Februari 2008 PT Indofarma Tbk telah meluncurkan produk Zinc (Zinkid) dan New ORS Formula (IndoRALYTE) yang merupakan pasangan sempura dalam penatalaksanaan diare dan dehidrasi.(Advetorial Indofarma)












































