Penyakit ini disebabkan karena adanya kelainan pembuluh darah koroner, sehingga darah tidak mampu mensuplai oksigen ke jantung yang akhirnya menimbulkan keluhan nyeri dada akibat dari kontraksi otot jantung yang terus menerus. Angina pektoris sering disebut juga sebagai angin duduk.
Lalu bagaimana mengatasi penyakit angina pectoris? Selain dengan menjaga pola hidup dan pola makan sehari-hari, asupan obat sangatlah penting untuk mengurangi risiko kematian karena penderita kardiovaskular tidak dapat lepas dari konsumsi obat setiap hari seumur hidupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulan Juli tahun 2009, PT Indofarma memberikan solusi bagi penderita hipertensi dan angina pectoris dengan meluncurkan produk baru kami yaitu AMLOTEN 5 dan 10 mg (Amlodipin). Dengan mengambil tagline Once a Day Amloten gives you The Right Choice for Quality and Value kami berharap pasien tidak perlu lagi merasa kuatir karena hanya dengan mengkonsumsi Amlodipin 1 kali sehari, risiko kematian dapat diperkecil.
Informasi Produk Amloten 5 dan 10
Nama Produk: Amloten 5
Zat Aktif: Amlodipine besylate
Kekuatan Obat: 5 mg (Amlodipine besylate 6,9 mg setara dengan amlodipine 5 mg)
Indikasi: Hipertensi dan Angina Pectoris
Bentuk Sediaan: Tablet bundar datar (diameter 9 mm)
Warna: Putih dengan penandaan AML-5 dengan garis bagi pada satu sisi dan INF pada sisi yang lain
Kemasan: Kotak, 3 Blister @10 tablet
Harga PPN Rp 108.000
No. Registrasi DKL0820935610A1
Nama Produk: Amloten 10
Zat Aktif: Amlodipine besylate
Kekuatan Obat: 10 mg (Amlodipine besylate 13,8 mg setara dengan amlodipine 10 mg)
Indikasi: Hipertensi dan Angina Pectoris
Bentuk Sediaan: Tablet bundar datar (diameter 10 mm)
Warna: Putih dengan penandaan AML-10 dengan garis bagi pada satu sisi dan INF pada sisi yang lain.
Kemasan: Kotak, 3 Blister @10 tablet
Harga PPN Rp 200.000
No. Registrasi DKL0820935610B1
Dosis awal 5 mg sekali sehari dan dapat ditingkatkan hingga 10 mg sekali sehari.
Pasien usia lanjut atau dengan insufisiensi hati, dosis awal 2,5 mg sekali sehari
Kontraindikasi: Pasien yang hipersensitif terhadap golongan dihidropiridin
Efek samping: Nausea, ngantuk, gangguan abdominal, edema, palpitasi, pusing
Interaksi obat: Tidak ada interaksi obat kecuali bila digunakan bersama dengan Clopidogrel, karena dapat mengakibatkan penurunan efektivitas agregasi platelet dari Clopidogrel (Advetorial Indofarma)












































