Diare adalah masalah yang sering terjadi pada pasien lanjut usia. Pravelensi ini meningkat dengan bertambahnya umur, kemampuan fungsi tubuh yang menurun, dan obat-obat yang digunakan.
Pengamatan adanya diare trsebut dan komplikasi pada pasien lanjut usia membutuhkan pencegahan. Salah satu diantaranya yitu dengan menghindari obat yang menyebakan diare akan bermanfaat secara klinik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 700 obat yang diimplikasikan sebagai penyebab diare. Di dalam populasi pasien lanjut usia, obat-obat yang terkait menimbulkan diare, selain dengan obat antidiare. Obat yang menyebabkan diare yaitu obat antimikroba, proton pump inhibitor (PPI), allopurinol, psycholeptics, garam besi, digoxin, angiotensin II receptor blockers (ARB), kortikosteroid, I-thyroxin, antibiotik, nonsteroid anti-inflamatorory drugs (NSAID), dan selective seretonin reuptake inhibitors (SSRI), dan obat untuk penyakit obstruktif saluran pernapasan.
Beberapa Mekanisme penyebab diare yang berhubungan dengan obat tesebut terjadi karena bisa mempengaruhi pertahanan saluran pencernaan, kerusakan mukosal usus kecil dan besar dan atau gangguan dari proses normal patofisiologi dari cairan dan absorpsi dan sekresi elektrolit.
Antibiotik-Assocoated Diarrhea adalah efek samping yang sering terjadi dari terapi menggunakan antibiotik. Menurut Penelitian dari obat yang disebutkan diatas, pravelensi penggunaan antibiotik yang menyebabkan diare adalah 20%.
Terapi dengan antibiotik, khususnya agen spektrum luas akan mempengaruhi microflora alami usus, dengan konsekuensi dengan meningkatnya resiko dari profileration dari mikroorganisme seperti Clostridium difficile (C.difficle). (Advetorial Indofarma)












































