Obat antibiotik sudah tidak asing lagi, terkadang pasien langsung membeli antibiotik ke apotek tanpa resep dokter. Hal ini tentunya tidak benar dan justru merugikan pasien itu sendiri. Karena antibiotik termasuk kelompok obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter dan diawasi penggunaannya oleh dokter.
Antibiotik ialah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Antibiotik digunakan untuk mengatasi penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, misalnya infeksi saluran nafas, infeksi saluran kemih, infeksi tulang, infeksi kulit dan kelamin, dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan antibiotik apa yang tepat dengan penyakit pasien, tentunya harus berdasarkan diagnosa yang tepat dari dokter, sehingga tepat pula pilihan antibiotiknya. Jadi jangan asal meminum antibiotik tanpa resep dokter, akibatnya dapat terjadi risiko efek samping obat, alergi obat dan risiko resistensi antibiotik.
Salah satu bahaya jika meminum antibiotik sembarangan adalah resistensi antibiotik. Artinya antibiotik tidak mempan lagi digunakan untuk mengatasi infeksi.
Contohnya begini, jika dulu minum amoksisilin bisa digunakan untuk mengatasi infeksi saluran pernafasan, jika terjadi resistensi, maka sekarang amoksisilin tidak dapat mengatasi infeksi saluran pernafasan.
Resistensi antibiotik dapat terjadi jika antibiotik yang digunakan tidak tepat dengan indikasi penyakit aturan pakai yang tidak tepat, harusnya diminum 3 kali sehari, hanya diminum 1 kali sehari. Serta antibiotik tidak dihabiskan sesuai anjuran dokter.
Jadi jika ingin sehat gunakan antibiotik sesuai dengan aturan pakai dari dokter agar cespleng manfaatnya. (Advetorial Indofarma)












































