Bila Mual dan Muntah Nongol

Bila Mual dan Muntah Nongol

- detikHealth
Selasa, 10 Nov 2009 11:33 WIB
Bila Mual dan Muntah Nongol
Jakarta - Mual dan muntah sering tiba-tiba nongol seperti ketika melihat hal yang menjijikkan atau mabok perjalanan. Mual dan muntah merupakan reaksi yang sangat kompleks yang melibatkan sistem saraf pusat dan sistem pencernaan dalam tubuh.

Dalam dunia medis mual dan muntah disebut Nausea dan Vomitus. Bagi yang pernah merasakan mual muntah, pasti merasa sangat tidak nyaman karena mual muntah dapat menurunkan kualitas hidup.

Mual dan muntah sebenarnya merupakan alarm tubuh yang menunjukkan adanya zat yang bersifat racun (toksin) dalam saluran pencernaan atau hal yang tidak beres dalam tubuh kita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mual dan muntah dapat disebabkan jika:

  1. Melihat sesuatu yang menjijikkan
  2. Mencium bau yang tidak enak
  3. Gangguan keseimbangan seperti pada saat naik kendaraan (atau yang disebut dengan mabuk perjalanan)
  4. Hamil triwulan pertama atau yang disebut hiperemesis gravidarum.
  5. Penyakit: infeksi sistemik, tukak lambung, gangguan metabolit, kanker, gangguan keseimbangan elektrolit tubuh
  6. Efek samping obat.

Obat yang digunakan untuk mengatasi mual dan muntah bermacam-macam dan pilihan penggunaan obat anti mual dan muntah disesuaikan dengan penyebabnya, ringan-beratnya derajat keparahan, dan derajat keamanan bagi pasien.

Ondansetron  termasuk obat yang digunakan untuk mengatasi mual dan muntah dengan derajat sedang sampai berat seperti pada kondisi:

  1. Mual muntah pasca kemoterapi (terapi pada penderita kanker)
  2. Mual muntah pasca operasi
  3. Mual muntah hebat hiperemesis gravidarum

Ondansetron termasuk kelompok obat Antagonis serotonin 5-HT3, yang bekerja dengan menghambat secara selektif serotonin 5-hydroxytriptamine (5HT3) berikatan pada reseptornya yang ada di CTZ (chemoreseceptor trigger zone) dan disaluran cerna.

Serotonin 5-hydroxytriptamine (5HT3) merupakan zat yang akan dilepaskan jika terdapat toksin dalam saluran cerna, berikatan dengan reseptornya dan akan merangsang saraf vagus menyampaikan rangsangan ke CTZ dan pusat muntah dan kemudian terjadi mual dan muntah. (Advetorial Indofarma)

Rekomendasi Obat


(adv/adv)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads