Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS, pakar teknologi pangan yang juga penulis buku ‘Jangan Takut Makan Enak’menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada satu makanan atau minuman yang bisa disalahkan sebagai penyebab tunggal kondisi seperti kegemukan/obesitas. “Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara konsumsi pangan dan penggunaan energi”, jelas Made. Dengan kata lain, penumpukan kalori lebih disebabkan oleh tidak seimbangnya aktivitas fisik dengan pola konsumsi. Sisa kalori yang tidak terpakai oleh aktivitas tubuh disimpan menjadi lemak hingga menyebabkan kegemukan dan gangguan kesehatan lainnya.
Selama ini, sebagian orang sudah terlanjur menganggap gula dalam beberapa minuman manis, seperti minuman bersoda menjadi penyebab kegemukan. Padahal, menurut Made, dilihat dari kandungan nilai gizinya, jumlah gula dan kalori dalam minuman bersoda kira-kira sama dengan yang dijumpai dalam jus buah, meski jus seringkali mengandung nutrisi tambahan seperti vitamin dan mineral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ingatlah bahwa;
- Semua makanan dan minuman dapat dikonsumsi asalkan dalam batas-batas yang wajar dan dengan memerhatikan keseimbangan pola makan yang dikombinasikan dengan aktivitas fisik secara teratur.
- Untuk mewujudkan gaya hidup yang aktif yang sehat, anda harus memiliki pola makan yang wajar dan seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Yang paling penting adalah mendapatkan seluruh kebutuhan gizi anda. Selain itu, pastikan agar keseimbangan energi anda tetap terjaga agar anda tetap memiliki berat badan yang sehat karena di situlah kuncinya.
- Semakin aktif anda secara fisik, semakin banyak kalori yang anda bakar. Aktivitas fisik adalah penting bagi terwujudnya kesehatan yang baik secara keseluruhan.
Ingin mengetahui lebih lanjut tentang minuman bersoda dan kandungannya serta kaitannya dengan kesehatan? Kunjungi www.beverageinstituteindonesia.org
(adv/adv)











































