Terbiasa Lewatkan Sarapan, Resiko Diabetes Lebih Besar

Terbiasa Lewatkan Sarapan, Resiko Diabetes Lebih Besar

- detikHealth
Minggu, 09 Nov 2014 14:00 WIB
Terbiasa Lewatkan Sarapan, Resiko Diabetes Lebih Besar
Jakarta -

Sarapan merupakan ritual penting yang tidak boleh dilewatkan untuk mengawali hari. Namun, banyak orang yang tidak menyadarinya. Kesibukan tinggi membuat banyak orang memilih melewatkan sarapan atau memilih asupan makanan instan untuk alasan kepraktisan. Kebiasaan seperti ini ternyata berbahaya karena dapat memperbesar resiki munculnya banyak penyakit terutama diabetes. Mengapa?

"Orang yang suka skip sarapan punya resiko overweight lebih tinggi. Kalau sudah overweight identik dengan diabetes," ujar Prof. dr. Sidartawan Soegondo, Penasehat Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) pada peringatan Hari Diabetes Sedunia yang diselenggarakan Diabetasol Minggu (9/11).

Sidartawan menjelaskan bahwa orang yang memiliki kebiasaan melewatkan sarapan seringkali merasakan lapar yang luar biasa menjelang makan siang. Kondisi kelaparan ini dapat memicu rasa ingin mengkonsumsi makanan berlebih saat makan siang atau binge eating. Akibatnya kalori yang masuk ke tubuh dalam sehari lebih dari jumlah yang diperlukan. Kadar gula darah melonjak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kadar kalori yang diperlukan tergantung pada postur tubuh dan aktivitas seseorang tapi idealnya sekitar 1.500 kalori sehari. Kalau tidak diisi makanan di pagi hari dipakai aktivitas jadi tekor tenaganya. Jadi sangat lapar. Karena tidak sarapan banyak orang juga akhirnya jadi makan hanya dua kali tetapi banyak atau berlebihan," ujar Sidartawan.

Menurut Sidartawan ada baiknya pola makan mengikuti pola makan ideal yaitu tiga kali sehari dan terjadwal. "Jangan makan ketika sudah lapar sekali. Makan sesuai jadwal dan rutin setiap hari. Penting juga perhatikan makanan apa yang dimakan saat sarapan," katanya.

Diet yang proporsional yang ia anjurkan adalah kombinasi karbohidrat, lemak dan serat yang seimbang. Agar kebutuhan nutrisi dan kalori seimbang sebaiknya memperbanyak makanan seperti sayur dan buah yang banyak mengandung serat. Sebagai asupan karbohidrat dan lemak dapat memilih roti gandum dan susu rendah lemak.

Untuk melengkapi pola makan sehat, boleh juga mengkonsumsi Diabetasol pada pagi dan malam hari. Kadar asupan kalorinya senilai dengan kebutuhan kalori saat sarapan yaitu 250 kilo kalori sehingga dapat pengganti makan pagi jika kesibukan tidak dapat ditunda. Diabetasol aman baik bagi penderita diabetes atau bagi yang ingi mencegah diabetes.

(adv/adv)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads