Kamis, 28 Jul 2022 00:00 WIB

6 Pesan Kunci untuk Cegah Stunting di Tanah Air

Advertorial - detikHealth
adv_MEDIAMUSCLE Foto: dok. Danone Indonesia
Jakarta - Danone Indonesia memperingati Hari Anak Nasional dengan meluncurkan Iklan Layanan Masyarakat 'Cegah Stunting Itu Penting' yang berisi enam pesan kunci edukatif. Iklan ini turut mendukung pemerintah dalam percepatan penanggulangan stunting serta kampanye nasional pencegahan dan penurunan angka stunting di Tanah Air.

Sebagaimana diketahui, stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan serius yang dihadapi anak-anak Indonesia. Bahkan hal ini bisa mengancam masa depan bangsa. Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menunjukkan Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban stunting tinggi, yakni 24,4 persen.

Kondisi ini menjadi tantangan bangsa dalam upaya mencapai Indonesia Emas 2045.Pasalnya stunting bukan hanya berdampak pada tinggi badan, tapi juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan daya saing generasi penerus.

Untuk itu, pemerintah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Bahkan pada tahun 2021,pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden No 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan target penurunan prevalensi yang signifikan yakni menjadi 14% pada tahun 2024.

Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto mengungkap pihaknya sebagai perusahaan yang memiliki misi membawa kesehatan melalui makanan dan minuman kepada sebanyak mungkin orang berkomitmen ikut serta dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia dan mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting.

"Maka dari itu, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2022, kami berkolaborasi dengan pemerintah melalui dukungan penguatan program komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai pencegahan stuntingdengan meluncurkan iklan layanan masyarakat 'Cegah Stunting itu Penting'," ungkap Vera dalam keterangan tertulis.

"Kami berharap inisiatif ini dapat mendukung target penurunan angka stunting di Indonesia dan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia dapat memahami tentang pencegahan stunting," tambahnya.

Lebih lanjut, Vera mengungkap 6 (enam) pesan kunci dalam video edukasi pencegahan stunting ini.

  1. Minum tablet tambah darah setiap hari
  2. Ikuti kelas Ibu hamil biar janin sehat
  3. Cukup ASI saja sampai usia 6 bulan
  4. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
  5. Pakai Jamban Sehat
  6. Rutin ke Posyandu setiap bulan.

Materi video iklan layanan masyarakat tersebut saat ini telah ditayangkan dan disebarluaskan ke masyarakat luas melalui media elektronik, kanal digital, dan media sosial, sebagai bentuk edukasi publik untuk tujuan pembangunan perubahan perilaku.

Tak hanya berinisiatif melalui iklan layanan masyarakat tersebut, Danone Indonesia juga memiliki program berbasis multi stakeholders 'Bersama Cegah Stunting' sejak tahun 2003. Program yang telah menjangkau lebih dari 1 juta penerima manfaat ini mengintegrasikan intervensi spesifik dan sensitif dengan memfasilitasi koordinasi, identifikasi, dan informasi terkait lokasi stunting, pemberdayaan dan penyuluhan, penelitian, serta pemantauan dan evaluasi maupun aspek edukasi masyarakat.

Adapun berbagai program yang telah dilakukan pihaknya untuk mengedukasi masyarakat antara lain edukasi pentingnya gizi seimbang pada program Isi Piringku, meningkatkan kebiasaan minum air putih 7-8 gelas dalam program Ayo Minum Air (AMIR), edukasi anemia untuk memutus mata rantai stunting pada remaja di bawah Generasi Sehat Indonesia (GESID) dengan target edukasi untuk anak remaja. Danone Indonesia juga memberikan akses air bersih dan penyehatan lingkungan serta pendidikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat melalui Akses Air Bersih dan Sanitasi Higienis (WASH).

"Kami berharap bahwa inisiatif ini juga dapat menginspirasi pemangku kepentingan dan pihak swasta yang lebih luas untuk tetap aktif melakukan kemitraan yang strategis dan sinergis untuk mendukung Program Percepatan Penurunan Stunting dan mendukung terciptanya anak generasi maju di Indonesia," tutur Vera.

Pemerintah-Akademisi Apresiasi Upaya Edukasi Danone Indonesia

adv_MEDIAMUSCLEFoto: dok. Danone Indonesia

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyoyang diwakilkan Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN), BKKBN, Sukaryo Teguh Santosomengungkap kecepatan penurunan stunting yang harus dicapai berdasarkan RPJMN 2020-2024 adalah 2,6% per tahun, menuju target 14% di tahun 2024.

"Suatu laju penurunan yang cukup menantang jika dibandingkan dengan laju penurunan di tingkat global yang hanya mencapai 0,5% pertahun selama periode 2000 hingga 2021," ujar Teguh.

Kendati demikian, ia mengaku optimistarget ini dapat tercapai bila dilakukan secara penta heliks, dengan melibatkan pihak swasta, perguruan tinggi, masyarakat dan media.

"Oleh karenanya, kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah secara aktif ikut serta dalam upaya percepatan penurunan stunting dengan berbagai program yang telah dilakukan. Secara khusus kami juga ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Danone Indonesia yang dengan visinya 'One Planet, One Health' telah mendukung penguatan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi untuk Pencegahan Stunting melalui Iklan Layanan Masyarakat 'Cegah Stunting itu Penting' yang akan ditayangkan di berbagai media," jelas Teguh.

Melalui iklan tersebut, pihaknya berharap seluruh lapisan masyarakat dapat teredukasi dan tercapaiperubahan perilaku yang menunjang percepatan penurunan stunting di Indonesia. Hasto menambahkan pencegahan stundint menjadi perhatian serius dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia di tahun 2045 agar tidak terhambat.

Lebih lanjut, Teguh memaparkan permasalahan stunting bisa berdampak panjang, bukan hanya pada kesehatan tapi juga produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pasalnya, dalam jangka panjang stunting menimbulkan kerugian ekonomi sebesar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun. Sekitar lebih dari Rp 500 triliun rupiah per tahundengan asumsi PDB Indonesia tahun 2021 sebesar Rp16.970 triliun.

Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena anak yang mengalami kondisi stunting berpeluang mendapatkan penghasilan 20 persen lebih rendah dibandingkan anak yang tidak mengalami stunting ketika dewasa nanti.

Oleh karena itu, edukasi menjadi pilar yang berperan penting dalam penurunan angka stunting di Indonesia. Namun, terbatasnya sumber daya untuk advokasi dan edukasi tentang stunting di masyarakat menurutnyajadi salah satu kendala untuk mencapai target penurunan stunting.

Maka dari itu, pendekatan strategi penanganan dan pencegahan stunting melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Publikdiharapkan dapat bantu mengefektifkan penyebaran informasi. Termasuk melalui iklan layanan masyarakat 'Cegah Stunting itu Penting' yang bertujuan meningkatkan pemahaman melalui edukasi dan sosialisasi mengenai upaya-upaya pencegahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari untuk mendorong perubahan perilaku yang berkontribusi terhadap penurunan angka stunting.

Sementara itu, Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Nissa Cita Adinia, S.Sos, M.Communmenilai iklan layanan masyarakatdalam berbagai format saat ini adalah alat efektif dalam menjangkau masyarakat luas. Khususnya guna meningkatkan kesadaran (awareness) publik tentang isu stunting dan mengedukasi perilaku kunci yang berpengaruh dalam mencegah stunting.

"Saya senang sudah ada kedua figur orang tua atau ayah Ibu yang digambarkan ada dalam iklan layanan. Ini berarti juga menunjukkan pencegahan stunting dari rumah bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan atau sang Ibu saja. Hal-hal seperti ini, penting ditampilkan. Semoga iklan ini mampu mengedukasi kebiasaan-kebiasaan mudah yang selayaknya bisa dilakukan dari rumah untuk mencegah risiko stunting," kata Nissa. (adv/adv)