"Jangan keburu berasumsi jika seorang anak yang kelebihan berat badan itu terlalu banyak makan. Obesitas itu bukan semata karena makan lebih banyak," ujar peneliti Asheley Cockrell Skinner, seorang asisten profesor kedokteran anak dari University of North Carolina di Chapel Hill seperti dilansir dari medicinenet, Selasa (11/9/2012).
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics ini menganalisis pola makan 13.000 anak berusia 1-17 tahun yang diperoleh dari U.S. National Health dan Nutrition Examination Survey yang digelar pada tahun 2001-2008.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu juga pada anak laki-laki yang usianya sama, kelompok yang kelebihan berat badan mengonsumsi 1,809 kalori perhari, sedangkan anak sebayanya yang berat badannya sehat hanya mengonsumsi 1,668 kalori perharinya.
Tapi ketika mereka tumbuh dewasa, anak yang obesitas itu pun mulai mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada teman-temannya. Remaja perempuan berusia 12-14 tahun dan mengalami obesitas nyatanya mengonsumsi 1,794 kalori perhari padahal rekan-rekannya yang memiliki berat badan normal mengonsumsi 1,893 kalori perharinya.
Hal yang sama juga terjadi pada remaja laki-laki yang mengalami obesitas hanya mengonsumsi 2,209 kalori setiap hari, sedangkan jumlah kalori yang dikonsumsi remaja dengan berat badan normal mencapai 2,291 kalori perharinya.
Menanggapi studi ini, pakar lain juga sepakat bahwa ada berbagai faktor yang mempengaruhi naik turunnya berat badan seorang anak.
"Tak dapat dipungkiri bahwa kondisi kelebihan berat badan dan obesitas itu dilatarbelakangi banyak faktor. Entah karena asupan kalorinya, komponen genetisnya, perubahan metabolismenya hingga temuan baru tentang perbedaan bakteri yang hidup di usus orang yang berat badannya normal dan orang yang kelebihan berat badan. Yang jelas kita tidak dapat memastikan bagaimana cara mengubah semua itu," ujar Dr. Edith Chernoff, direktur Premier Kids dari La Rabida Children's Hospital di Chicago.
"Satu-satunya hal yang dapat dikendalikan adalah seberapa banyak asupan makanannya dan keaktifan si anak," catat Chernoff.
Tapi kedua pakar sepakat bahwa upaya pencegahan kelebihan berat badan dan obesitas merupakan hal yang krusial. "Lebih mudah menjaga berat badan normal daripada melakukan upaya penurunan berat badan dan mempertahankannya," tambahnya.
Keduanya pun menekankan pentingnya mendidik orangtua dan anak-anaknya tentang ukuran porsi makan yang tepat. Pasalnya, banyak orangtua yang khawatir anaknya tak makan cukup banyak padahal sebenarnya jumlah asupan makanan seorang anak itu pasti lebih sedikit daripada orang dewasa. Bahkan menurut Chernoff, secara umum anak-anak hanya akan makan sesuai kebutuhannya saja.
Cockrell Skinner menambahkan bahwa masalah bisa muncul pada anak-anak ketika orangtuanya memaksanya untuk makan lebih banyak ketika sebenarnya mereka merasa sudah kenyang.
(ir/ir)











































