Peneliti melacak lebih dari 3.900 orang di provinsi Quebec di Kanada yang duduk di bangku sekolah kelas satu, empat dan tujuh pada tahun 1976 hingga 1978 dan mendapat perawatan kesehatan pada tahun 1992 hingga 2006.
Hasil penelitian menunjukkan agresifitas pada anak berkaitan dengan peningkatan 8,1 persen kunjungan medis, 10,7 persen mengalami cedera, 6,2 persen lebih kunjungan ke spesialis, 12,4 persen lebih kunjungan ke UGD dan 44,2 persen peningkatan gaya hidup yang berhubungan dengan gangguan kesehatan seperti ketergantungan alkohol, obesitas dan diabetes tipe 2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agresifitas pada anak secara langsung dan positif dapat memperkirakan penggunaan layanan kesehatan di masa dewasa dalam peserta penelitian, jumlah kunjungan pada spesialis, UGD, dokter gigi, rawat inap di rumah sakit, dan berkaitan dengan gaya hidup yang berisiko penyakit dan cedera," kata Dr Caroline Temcheff dari University of Sherbrooke di Quebec
"Hubungan ini bahkan tetap terlihat ketika mengendalikan efek jenis kelamin, pendidikan dan lingkungan yang miskin," ungkap Dr Temcheff seperti dilansir Healthday, Selasa (15/11/2011).
Namun sebaliknya, sifat mudah berteman di masa kanak-kanak berkaitan dengan penggunaan pelayanan kesehatan yang lebih rendah.
Menurut para peneliti, ada karakteristik perilaku tertentu di masa kecil yang memiliki konsekuensi kesehatan dan dapat memprediksi peningkatan penggunaan layanan kesehatan di masa dewasa.
Agresifitas pada anak harus dianggap sebagai risiko kesehatan dalam penyusunan program peningkatan kesehatan masyarakat, terutama yang ditargetkan untuk anak-anak dan keluarga
Peneliti menyimpulkan bahwa mengatasi perilaku anak yang bermasalah dan mengajarkan cara-cara berinteraksi yang tepat, perawatan diri, dan strategi mengatasi permasalahan mungkin diperlukan sejak dini untuk mengurangi risiko jangka panjang bagi kesehatan.
Dr Sarah Stewart-Brown, dari University of Warwick, di Inggris, berhipotesis bahwa agresifitas pada masa kanak-kanak merupakan tanggapan terhadap stres dari lingkungan.
Ia berpendapat program sekolah yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosional memang penting, namun program pengasuhan yang lebih baik dapat membawa perubahan yang paling signifikan.
(ir/ir)










































