Sebuah penelitian di Cambridge University kembali melontarkan gagasan bahwa tingkat kecerdasan orangtua berhubungan dengan risiko autis pada anak. Kecerdasan yang dimaksud berhubungan dengan kemampuan matematis, yang banyak dipakai di bidang ilmu pasti.
Prof Simon Baron Cohen yang akan memimpin penelitian itu mengatakan, orangtua yang bekerja di bidang ilmu pasti punya kecenderungan lebih tinggi untuk melahirkan anak autis. Pekerjaan yang dimaksud antara lain teknisi, insinyur, ilmuwan dan juga programmer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian yang baru akan dilakukan dalam waktu sangat dekat ini akan melibatkan sekelompok sarjana yang direkrut secara acak. Para ilmuwan akan mengamati bagaimana para sarjana itu mengasuh anaknya, lalu melihat pengaruhnya terhadap risiko autis.
Meski belum melahirkan kesimpulan baru, hasil penelitian ini nantinya diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari berbagai penelitian terdahulu. Memang, hubungan antara tingkat kecerdasan orangtua dengan risiko autis pada anak sudah lama menjadi perhatian para ahli.
Sebuah laporan tahun 2001 menyimpulkan, seorang ahli matematika cenderung punya spektrum autis yang lebih tinggi dibanding orang lain dengan tingkat kecerdasan yang sama yang bekerja di bidang lain. Sebelumnya pada tahun 1997, anak dan bahkan cucu insinyur terbukti lebih berisiko menjadi autis.










































