Sebuah studi telah melibatkan 2.855 siswa di tiga sekolah Inggris pada 28 sekolah menmukan siswa dengan chronic fatigue syndrome. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ).
Satu dari 100 murid sekolah menengah dapat tidak masuk sekolah karena sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome). Chronic fatigue syndrome juga dikenal sebagai Myalgic Encephalomyelitis (ME).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab chronic fatigue syndrome sampai saat ini tidak diketahui dan tidak ada obat khusus untuk menangani sindrom tersebut. Sindrom tersebut merupakan kondisi medis yang terjadi bukan hanya pada anak sekolah yang seringkali tidur terlalu larut.
Para peneliti mengamati setiap siswa antara usia 11-16 tahun pada 3 sekolah menengah di Bath. Sejumlah 461 siswa tidak hadir untuk setidaknya satu hari dalam seminggu dalam jangka 6 minggu telah diamati lebih lanjut. Lima siswa tersebut telah didiagnosa dengan kelelahan kronis dan 23 kasus masih diidentifikasi lebih lanjut.
Secara keseluruhan 1 persen siswa telah mengalami chronic fatigue syndrome dan sindrom tersebut telah menyumbang lebih dari 6 persen dari siswa yang tidak masuk dalam sejumlah besar sekolah.
Gejala dari sindrom tersebut, antara lain:
1. Kelelahan ekstrem
2. Masalah dengan memori dan konsentrasi
3. Gangguan tidur dan suasana hati
"Dampak dari sindrom tersebut menyebabkan para siswa tidak masuk sekolah adalah sangat merugikan. Jumlah para siswa yang tidak masuk sekolah oleh karena sindrom tersebut pun diperkirakan akan terus meningkat," kata Dr. Ester Crawley, peneliti dari University of Bristol seperti dilansir dari BBCNewsHealth, Rabu (14/12/2011).
Dari semua siswa yang didiagnosa dengan sindrom tersebut, 19 siswa memilih untuk mendapatkan pengobatan. Para siswa tersebut diberi terapi perilaku kognitif.
Terapi perilaku kognitif tersebut bertujuan untuk, antara lain:
1. Mengubah cara orang berpikir dan mengatasi gejala sindrom tersebut
2. Terapi dengan olahraga atau latihan fisik
3. Perkembangan secara bertahap dari penyembuhan sindrom tersebut diawasi dalam tingkat aktivitas.
Dua belas dari siswa yang mengikuti pengobatan kembali ke sekolah setelah 6 bulan. Enam dari siswa tersebut telah mengalami pemulihan penuh. Sedangkan siswa yang lain yang tidak mengikuti pengobatan kembali ke sekolah, namun tidak dengan waktu yang penuh.
"Chronic fatigue syndrome tidak jarang sebagai penyebab siswa tidak masuk sekolah. Oleh karena hal tersebut maka perlu dilakukan skrining untuk sindrom tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga telah pulih setelah enam bulan menjalani terapi perilaku kognitif. Hasil penelitian ini juga penting untuk diketahui oleh dokter dan para praktisi kesehatan," kata Prof Matius Hotopf, dari Institute of Psychiatry di King's College London.
Penyakit ME atau Chronic Fatigue Syndrome (CFS) ini mempengaruhi hampir semua bagian saraf dan sistem imun tubuh. Gejala umumnya adalah rasa lelah dan letih yang sangat parah, memiliki masalah ingatan, konsentrasi dan otot yang lelah. Akibatnya seseorang tidak akan bisa melakukan apapun dengan kondisi demikian.
Penyebab pasti penyakit ini sampai sekarang belum diketahui, tapi beberapa infeksi viral seperti demam yang berhubungan dengan kelenjar serta trauma bisa memicu penyakit ini. Tidak ada obat yang benar-benar efektif mengatasi penyakit ini.











































