Semakin sedikit porsi makanan utama yang dimakan anak, maka makin sedikit ia akan makan buah dan sayurn. Sebaliknya, saat makanan utama yang dikonsumsi sedikit peluang makan buah dan sayuran pada anak jadi semakin besar.
"Memang harus hati-hati dalam menentukan porsi makanan utama untuk anak. Karena dengan porsi makanan utama yang telah banyak, tentu saja anak sudah tidak ingin makan buah atau sayur. Apalagi biasanya buah memang disajikan setelah makanan utama," kata Sara Sweitzer, seorang peneliti gizi dari University of Texas di Austin seperti dilansir dari HealthNews, Kamis (19/1/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi tersebut, para peneliti di Pennsylvania telah melibatkan 17 anak-anak prasekolah sebagai peserta penelitian. Para peserta penelitian tersebut diberikan 6 variasi yang berbeda dari makanan yang sama, satu hari setiap minggu untuk makan siang.
Total kalori makan siang para peserta penelitian memiliki jumlah yang bervariasi berdasarkan porsi yang diberikan. Rata-rata 506 kalori dengan porsi terbesar, dan 315 kalori dengan porsi terkecil. Peserta penelitian yang makan dengan porsi terkecil, mampu menghabiskan setengah porsi buah dan sayuran yang disediakan.
Peserta penelitian yang makan dengan porsi terbesar hanya mampu menghabiskan sekitar seperempat dari porsi buah dan sayuran yan disediakan. Hasil studi tersebut telah diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition.
Seiring bertambahnya usia, anak yang diberikan porsi hidangan utama yang banyak tidak akan membuat pilihan makanan yang seimbang untuk dirinya sendiri. Strategi lain untuk mendorong anak makan buah dan sayuran adalah dengan menetapkan contoh yang baik dengan memilih camilan yang sehat.
(del/ir)










































