Michelle, anak kedua dari pasangan Lewi dan Yuvi ini adalah salah seorang pengidap kanker darah atau leukemia. Ia didiagnosis mengidap penyakit ini sekitar 3 bulan yang lalu dan sejak itu pula harus menjalani kemoterapi di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Meski yang menggerogotinya adalah penyakit mematikan, sedikitpun tidak tampak ekspresi memelas di wajahnya. Demikian juga kedua orang tua dan Riko kakak kandungnya, semua tampak tegar dan penuh optimisme dalam menjalani hari-hari perawatan di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Michelle yang merupakan siswi kelas 6 SD Kalam Kudus Cengkareng didiagnosis leukemia 3 bulan lalu, kurang lebih sebulan sejak mulai merasakan gejala awal. Lewi mengisahkan, awalnya Michelle hanya terjatuh saat dorong-dorongan dengan teman di sekolah.
Dikira hanya jatuh biasa, Lewi menganggap sakit di punggung Michelle akan sembuh dengan sendirinya. Namun bukannya sembuh, nyeri tulang di punggung itu lama-lama disertai dengan gejala pucat, kulit lebam dan kemerahan serta tidak kuat berdiri apalagi jalan kaki.
Lama-kelamaan Michelle tidak bisa bergerak sama sekali, sehingga sang ayah membawanya untuk tes darah. Dari hasil tes darah itulah, Michelle ketahuan mengidap kanker darah putih atau leukemia yang hingga kini tidak diketahui pasti apa penyebabnya.
"Kalau makanan saya kira tidak ya, di rumah pola makannya sangat sehat. Dari silsilah keluarga juga tidak ada riwayat kena kanker. Rokok juga tidak, kami tidak merokok di rumah," kata Lewi.
Sejak didiagnosis leukemia, kondisi Michelle sempat memburuk dan harus terbaring di rumah sakit sambil menjalani kemoterapi. Selama berminggu-minggu, gadis yang konon selalu mendapat rangking 2 di kelasnya ini tidak bisa melakukan hobinya yakni bermain piano.
Baru dalam 2 minggu terakhir, Michelle mulai bisa menggerakkan tangannya meski untuk berjalan masih harus menggunakan kursi roda. Demi membahagiakan sang anak, Lewi membawakan sebuah keyboard ke rumah sakit untuk menggantikan piano agar anaknya bisa tetap menyalurkan hobinya.
Dengan tangannya yang masih terhubung ke selang infus, Michelle selalu tampak bersemangat dan lupa akan penyakitnya kalau sudah duduk di kursi roda dan memainkan keyboard. Gadis yang sudah sejak umur 4 tahun belajar piano ini sangat menikmati bermain musik, meski tidak pernah bercita-cita jadi pemain musik.
"Tidak ingin jadi penyanyi atau pemain musik. Mau jadi dokter saja," kata Michelle lirih.

Berbeda dengan kanker di jaringan padat, deteksi dini pada leukemia relatif lebih sulit karena tidak selalu menimbulkan benjolan. Gejala yang bisa diamati antara lain pucat dan lesu, perdarahan yang ditandai dengan bercak kemerahan serta lebam di permukaan kulit.











































