Psikolog: Tak Etis Mengumumkan Status Anak Angkat ke Publik

Psikolog: Tak Etis Mengumumkan Status Anak Angkat ke Publik

Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 12 Mar 2012 14:48 WIB
Psikolog: Tak Etis Mengumumkan Status Anak Angkat ke Publik
Rano Karno & Raka (Facebook Raka)
Jakarta -

Raka Widyarma (20 tahun) tertangkap basah polisi karena memesan obat terlarang ekstasi. Sang ayah Rano Karno, yang kebetulan punya jabatan penting sebagai wakil gubernur Banten, langsung mengumumkan ke khalayak bahwa Raka adalah anak angkatnya.

Sebenarnya etiskah mengumumkan ke masyarakat bahwa anak tersebut bukan anak kandungnya?

Psikolog Efnie Indrianie, MPsi menuturkan sebaiknya tidak etis bagi orangtua untuk mengumumkan ke khalayak ramai bahwa anak yang dimilikinya bukanlah anak kandung, karena hal ini akan membuat kondisi anak semakin terpuruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Indonesia adiksi narkoba itu aib yang besar, belum lagi ia adalah public figure dan wakil Gubernur, bisa jadi ia mengumumkan status anaknya karena ia sedang panik," ujar Efnie, Kepala Bidang Kajian Psikologi Perkembangan Universitas Kristen Maranatha Bandung ketika dihubungi detikHealth, Senin (12/3/2012).

Meski begitu Efnie mengaku tidak tahu persis hal apa yang membuat Rano Karno mengumumkan hal tersebut. Tapi kemungkinan memang ada sesuatu yang membuatnya kesal sehingga menimbulkan marah sesaat sebagai orangtuanya.

"Adiksi narkoba itu kan bisa relaps dalam arti sudah sembuh bisa kambuh lagi, nah kondisi ini kadang sangat melelahkan atau bisa menyebalkan bagi orangtua. Untuk itu salah satu cara terbaik adalah melakukan rehabilitasi hingga benar-benar sembuh," ungkapnya.

Raka sendiri menurut keterangan polisi memang punya catatan pernah menjalani rehabilitasi sebelumnya.

Namun, meski begitu orangtua sebaiknya tidak mengumumkan ke masyarakat atau khalayak umum bahwa anak yang dimilikinya bukanlah anak kandung. Kondisi ini bisa mempengaruhi si anak.

"Secara mentalitas bikin anak kehilangan kepercayaan diri, pesimis serta membuat mental anak makin terpuruk. Dia akan berpikir tidak ada lagi orang yang bisa diharapkannya," ujar Efnie.

Untuk itu hal terpenting dari orangtua dalam mengasuh anak angkat adalah komitmen bersama, secara terbuka menerima, memberikan support atau dukungan pada anak, menyediakan waktu atau quality time yang intensif bersama anak serta tidak memberikan perlakuan yang berbeda.

Efnie menuturkan narkoba bisa membawa seseorang lari dari realita. Saat 1-2 kali pakai efeknya mungkin enak, tapi setelah itu ia akan mengonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak dan membuat tubuh sakit jika tidak mengonsumsinya.

 

 

 

 

(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads