"Kalau anak makannya salah, maka yang salah adalah bapak ibunya," ujar Dr dr Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK dalam acara Nutrisi pada 1500 Hari Pertama Penting Bagi Kesehatan Anak di Masa Depan, di Restoran Bebek Bengil, Kamis (10/5/2012).
Dr Fiastuti menjelaskan misal anak tidak mau makan kalau tidak pakai kerupuk, itu siapa yang mengajari kalau bukan orangtuanya. Atau anak suka sekali jajan maka yang kasih uang itu siapa kalau bukan orangtua karena anak-anak belum punya penghasilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Dr Fiastuti menuturkan ada beberapa masalah makan pada anak yaitu:
1. Anak susah makan
2. Anak hanya mau makan sedikit atau tidak dihabiskan
3. Anak hanya suka makanan tertentu saja
4. Terlalu banyak makan cemilan rendah nutrisi
5. Masalah makan pada anak bisa disebabkan karena pemberian makan yang salah pada awal kehidupan.
Padahal pemenuhan kebutuhan nutrisi tetap penting untuk kelanjutan pertumbuhan, perkembangan dan proses belajar anak. Makanan yang dikonsumsi harus memenuhi kecukupan energi dan juga nutrisi untuk tumbuh dan berkembang.
"Anak-anak sekarang banyak yang obesitas walau masih ada yang mengalami kekurangan gizi, padahal anak-anak yang obesitas ini bisa meningkatkan penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes atau hipertensi," ungkapnya.
Dr Fiastuti juga menyarankan agar orangtua memberikan jenis makanan yang bervariasi sejak anak mulai diperkenalkan makanan pendamping ASI (MP-ASI), hal ini agar anak mengenal berbagai macam rasa dan tekstur makanan sehingga tidak pilih-pilih makan.











































