"Berdasarkan pengalaman, belum tentu rajin minum susu akan menambah berat badan anak secara drastis. Ada banyak hal yang mempengaruhi," Ahmad Syafiq, PhD, ahli gizi masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) dalam media gathering jelang Konferensi Keluarga Cerdas Frisian Flag di Kemayoran, Jumat (1/6/2012).
Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan berat badan anak adalah basal metabolic rate, atau laju pengeluaran energi oleh tubuh. Beberapa anak memiliki laju metabolisme tinggi sehingga makanan sebanyak apapun akan sulit membuat berat badannya meningkat, sebaliknya ada anak yang susah makan tetapi gampang sekali gemuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, yang paling menentukan adalah asupan nutrisi lain di luar susu. Bagaimanapun susu hanyalah pelengkap, sementara sumber nutrisi utamanya tetap makanan yang bergizi dan seimbang. Kalau sumber nutrisi utama ini saja belum terpenuhi, maka konsumsi susu tidak akan banyak mempengaruhi berat badan.
Namun yang terpenting menurut Syafiq, berat badan anak harus dijaga agar berada dalam rentang ideal. Di kalangan medis, berat badan berlebih apalagi yang sudah tergolong overweight dan obesitas sama-sama dikategorikan sebagai masalah gizi seperti halnya kekurangan gizi.
"Kalau punya kartu Posyandu, yang paling penting adalah menjaga berat badan anak agar tidak berada di bawah garis merah. Selain itu berat badan juga tetap harus bertambah, jangan malah turun," kata Syafiq.











































