Namun sebuah studi baru menunjukkan bahwa metode itu mungkin bukanlah gagasan yang baik. Hal ini karena bahan-bahan kimia yang bersifat antibakteri itu justru bisa membuat anak-anak Anda berisiko lebih besar terkena alergi.
Temuan terbaru ini merupakan hasil studi para peneliti dari Johns Hopkins Children's Center. Pada dasarnya, para peneliti menemukan hubungan antara anak-anak yang terpapar bahan antibakteri lewat pasta gigi, obat kumur, sabun dan produk perawatan pribadi lainnya dengan risiko alergi, namun para peneliti tidak menunjuk secara langsung bahwa bahan antibakteri menyebabkan alergi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti memfokuskan diri pada 7 bahan yang diketahui berdampak terhadap fungsi endokrin pada hewan, diantaranya triclosan, bisphenol-A (BPA), benzofenon-3 serta propil, metil, butil, dan etil paraben. Triclosan, propil paraben dan butil paraben merupakan satu-satunya bahan kimia yang dikaitkan dengan peningkatan risiko alergi pada anak-anak dan ketiganya memiliki sifat antibakteri.
Hasilnya, peneliti menemukan triclosan dalam sabun, pasta gigi dan obat kumur, sedangkan berbagai jenis paraben digunakan dalam makanan, obat-obatan dan kosmetik. Selain itu, peneliti juga menemukan sejumlah fakta antara lain:
- Anak-anak yang memiliki kadar triclosan tertinggi dalam urinnya juga memiliki kadar antibodi IgE terbesar dari makanan.
- Dibandingkan anak-anak yang memiliki kadar triclosan terendah, anak-anak yang memiliki kadar triclosan tertinggi hampir dua kali lipat berisiko terkena alergi lingkungan.
- Anak-anak yang memiliki kadar paraben tertinggi paling cenderung memiliki kadar antibodi IgE yang lebih tinggi terhadap serbuk sari, hewan peliharaan dan alergen lingkungan lainnya.
- Anak-anak yang memiliki kadar propil paraben tertinggi berisiko alergi terhadap lingkungan hingga dua kali lipat.
- Sisi positifnya, tingginya kadar paraben dalam urin tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko alergi terhadap makanan.
"Temuan ini menyoroti bahan-bahan antibakteri dari produk-produk perawatan diri yang ternyata berdampak terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak," ujar peneliti senior Corinne Keet, MD, MS, seorang pakar alergi di Johns Hopkins Children's Center seperti dilansir dari emaxhealth, Jumat (22/6/2012).
Meskipun para orangtua ingin anak-anaknya aman dari berbagai jenis infeksi, ternyata langkah preventif yang dilakukan orangtua ini harus dibayar mahal. Hal ini karena adanya peningkatan risiko alergi ketika anak-anak menggunakan produk seperti sabun dan pasta gigi yang mengandung bahan antibakteri.











































