Sakit atau nyeri kepala seusai orgasme sering disebut juga dengan istilah sex-headache. Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi diyakini berhubungan dengan menegangnya saraf dan otot di sekitar kepala selama berhubungan seks dan mencapai puncaknya saat orgasme.
Keluhan sex-headache relatif jarang ditemui, bahkan di Amerika Serikat yang kehidupan seksualnya sangat terbuka pun keluhan ini hanya dialami oleh 1 persen warganya. Dari angka tersebut, sebagian besar adalah orang dewasa karena memang lebih banyak yang aktif secara seksual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang tidak dijelaskan secara detail aktivitas seksual seperti apa yang membuat para remaja ini orgasme. Namun seperti diketahui selama ini, orgasme setidaknya bisa dicapai dengan 2 cara yakni melalui hubungan seks berpasangan maupun sendiri-sendiri atau masturbasi.
Dalam keempat kasus yang tercatat oleh University of California di San Francisco tersebut, hasil pemindaian otak tidak menunjukkan adanya abnormalitas. Artinya tidak ada kelainan tertentu, sehingga penyebab pastinya hingga kini tetap tidak diketahui.
Mengingat hanya 4 kasus yang tercatat, maka para ahli tidak berani menyimpulkan bahwa sex-headache memang lebih umum dialami orang dewasa dibanding pada remaja. Bisa jadi angkanya pada remaja lebih kecil hanya karena kelompok ini cenderung malu untuk periksa, atau melaporkan keluhannya ke dokter.
"Bagi remaja yang mengalami sex-headache, perlu diketahui bahwa mereka tidak sendiri karena kadang lebih memalukan kalau harus menceritakannya ke teman sendiri. Mereka perlu ke dokter, agar kami bisa melakukan pemindaian, dan ada penanganan yang bisa membantu meringankan keluhan itu," kata Dr Amy Gelfand dari University of California seperti dikutip dari Livescience, Selasa (3/7/2012).










































