Anak Perempuan Cenderung Lebih Takut dengan Matematika

Anak Perempuan Cenderung Lebih Takut dengan Matematika

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Kamis, 19 Jul 2012 10:07 WIB
Anak Perempuan Cenderung Lebih Takut dengan Matematika
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Beberapa anak ada yang takut terhadap mata pelajaran matematika dan dapat dialami oleh laki-laki maupun perempuan. Umumnya, matematika dianggap melambangkan sifat maskulin dan oleh karenanya, perempuan dianggap lebih sulit mempelajari matematika.

Penelitian menunjukkan bahwa kecemasan terhadap pelajaran matematika terbukti banyak menghambat prestasi anak perempuan, namun hal itu tidak ditemui pada anak laki-laki.

Ilmuwan dari Universitas Cambridge meneliti kemampuan matematika 433 orang anak laki-laki dan perempuan di Inggris. Hasilnya menemukan bahwa siswa yang takut mengerjakan soal matematika memperoleh skor yang lebih buruk dalam pelajaran tersebut. Selain itu, ditemukan juga bahwa anak perempuan memiliki tingkat kecemasan terhadap matematika yang lebih tinggi daripada anak laki-laki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporan yang dimuat jurnal Behavioral and Brain Functions ini, para peneliti menjelaskan bahwa jika anak perempuan tidak mengalami kecemasan dalam mengerjakan soal matematika, maka mereka akan mendapat hasil tes yang lebih baik.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kemampuan matematika bergantung pada kecemasan yang dialami anak-anak, dan pengaruhnya lebih besar pada anak perempuan. Penelitian sebelumnya juga telah menemukan bahwa buruknya kemampuan matematika pada anak perempuan lebih karena disebabkan guru SD-nya yang berjenis kelamin perempuan menderita kecemasan matematika juga.

Dalam penelitian ini, para peneliti meminta anak-anak yang memiliki kecemasan matematika untuk menjalani scan MRI. Hasilnya menemukan bahwa anak yang menderita kecemasan matematika menunjukkan adanya aktivitas di daerah otak yang berkaitan dengan emosi negatif. Di sisi lain, aktivitas di daerah otak yang berhubungan dengan penalaran matematika makin berkurang.

Penelitian lain menunjukkan bahwa intervensi yang bertujuan untuk mengurangi emosi negatif terhadap kecemasan terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan anak dibandingkan pelatihan mengenai matematika.

"Kecemasan matematika telah menjadi perhatian di kelas karena memiliki konsekuensi negatif bagi pendidikan matematika di kemudian hari, terutama ketika proses perkembangan kemampuan berpikir di sekolah dasar," kata peneliti, Denes Szűcs seperti dilansir Medical Daily, Rabu (18/7/2012).

Menurut peneliti, kecemasan matematika dapat menjelaskan mengapa hanya ada 7 persen murid dalam penelitian yang mendapat nilai 'A' dan mengapa jumlah mahasiswa yang mengambil jurusan matematika di universitas mengalami penurunan tajam.



(pah/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads