Malas Jadi Masalah Terbesar Anak yang Kalahkan Narkoba

Malas Jadi Masalah Terbesar Anak yang Kalahkan Narkoba

Vera Farah Bararah - detikHealth
Selasa, 04 Sep 2012 09:03 WIB
Malas Jadi Masalah Terbesar Anak yang Kalahkan Narkoba
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Mendidik anak dari hal-hal negatif itu memang tidak gampang. Bukan hanya pengaruh dari luar yang membuat anak bisa 'jatuh' tapi juga sikap si anak itu sendiri.

Studi yang dilakukan oleh University of Michigan C.S.Mott Children’s Hospital National menemukan ada 9 masalah yang dihadapi anak-anak mulai dari kegemukan hingga penyalahgunaan narkoba.

Tapi yang mengejutkan, masalah kesehatan terbesar yang dihadapi anak-anak di tahun 2012 ini adalah sikap anak yang malas atau kurang gerak atau olahraga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi ini mengingatkan bagaimana kurang gerak dan olahraga pada anak yang malas akan berpengaruh pada kehidupan anak selanjutnya.

Masalah kesehatan anak terbesar di 2012 mulai dari urutan tertinggi dari hasil kajian tersebut seperti dikutip dari Medindia, Selasa (4/9/2012) adalah:

1. Malas, anak tidak banyak gerak dan kurang olahraga (39 persen)
2. Obesitas (38 persen)
3. Penggunaan tembakau atau merokok (34 persen)
4. Penyalahgunaan narkoba (33 persen)
5. Bullying (29 persen)
6. Stres (27 persen)
7. Kehamilan remaja (23 persen)
8. Keamanan internet (22 persen)
9. Penelantaran (20 persen).

Urutan hasil jajak pendapat ini bervariasi tergantung pada ras dan juga etniknya. Pada orang Hispanik cenderung lebih ke arah tidak cukup olahraga, sedangkan pada orang kulit hitam cenderung lebih mendapat perhatian dipenggunaan tembakau.

Anak yang malas atau kurang olahraga merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya obesitas pada anak-anak, hal ini secara tidak langsung berdampak pada kesehatannya secara menyeluruh hingga ia dewasa.

Anak-anak dengan berat badan berlebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol baik yang sedikit, kadar gula darah tinggi yang bisa mengakibatkan diabetes tipe 2. Serta kondisi-kondisi ini secara tidak langsung sudah turut membahayakan kondisi jantung anak.

Untuk itu anak-anak harus didorong berolahraga secara teratur dan aktif bergerak sehingga ia bisa tumbuh menjadi anak yang sehat dan kebiasaan in iakan terbawa hingga ia dewasa.

(ver/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads