Sebuah studi menemukan bahwa penambahan berat badan setelah operasi amandel terkait dengan usia anak-anak saat menjalani operasi dan bukan karena diagnosis yang mendasarinya.
Peneliti dari Johns Hopkins menemukan penambahan berat badan setelah operasi amandel paling sering terjadi pada anak berusia 6 tahun atau lebih muda, terutama jika anak ini memiliki berat badan kurus atau normal ketika dioperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil studi ini kami menunjukkan kekhawatiran orangtua mengenai kenaikan berat badan yang serius umumnya paling sering terjadi pada anak yang kurus atau berat badan normal dan operasi dilakukan diusia 2-6 tahun, jadi bukan anak yang lebih tua," ujar peneliti senior Dr Stacey Ishman, otolaryngologist di ohns Hopkins University School of Medicine, seperti dikutip dari HealthDay, Kamis (13/9/2012).
Para peneliti mencatat temuan ini turut membantu kekhawatiran orangtua yang takut jika anaknya dioperasi akan memperburuk atau menimbulkan masalah berat badan pada anak remajanya.
"Orangtua dengan anak remaja yang kelebihan berat badan tidak perlu takut operasi amandel. Dan untuk yang lebih muda jika berat badannya normal atau kelebihan maka perlu mengawasi pola makannya serta membuat penyesuaian kalori," ujar Dr Ishman.
Meski begitu peneliti belum mengetahui kenapa usia seorang anak bisa mempengaruhi kenaikan berat badan setelah operasi amandel. Untuk itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut.
(ver/ir)










































