Senada dengan hal itu, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa ibu yang galak dan memperlakukan anaknya yang beranjak remaja secara ketat tak hanya akan mempengaruhi perilaku anaknya tapi juga teman-teman si anak.
Faktanya, teman-teman seorang anak yang ibunya galak cenderung 40 persen tidak mabuk, 38 persen tidak suka minum-minum, 39 persen tidak merokok dan 43 persen tidak menghisap marijuana ketimbang teman-teman anak yang ibunya tak begitu galak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencapai kesimpulan tersebut, Shakya dan rekan-rekannya menganalisis data yang diperoleh dari National Longitudinal Study of Adolescent Health. Studi ini memang khusus mempelajari perilaku remaja di penjuru AS.
"Kami menemukan bahwa efek otorisasi orangtua juga tersebar hingga ke lingkungan jaringan dimana anaknya bersosialisasi. Dari awal perilaku orangtua mempengaruhi anak-anaknya dan hal itu ternyata juga berdampak pada teman-teman si anak," tambah Shakya seperti dilansir dari MSN, Selasa (9/10/2012).
Menanggapi studi tersebut, Simon Rego, direktur pelatihan psikologi Montefiore Medical Center/Albert Einstein College of Medicine di New York City menyatakan, "Gaya pengasuhan anak yang otoritatif ini tampaknya dapat menciptakan manfaat jangka panjang yang paling optimal terhadap remaja seperti menentukan keberhasilan akademis anak, membentuk hubungan yang positif antara anak dengan teman-temannya, meminimalisir kenakalan remaja, termasuk mengurangi kecenderungan anak untuk menjalin pertemanan dengan anak-anak nakal hingga mempermudah proses adaptasi psikososial anak."
Pakar lain, Bruce Goldman, direktur Substance Abuse Services di Zucker Hillside Hospital, Glen Oaks, New York juga mengakui bahwa hasil studi ini seharusnya dapat mendorong kepercayaan diri para orangtua yang terkadang merasa lepas kontrol dan tak dapat mempengaruhi anak-anaknya, padahal faktanya justru sebaliknya.
(ir/ir)











































