Studi yang dilakukan oleh peneliti Indiana University menemukan ada 3 hal yang dapat mempengaruhi berat badan seorang remaja, yaitu konsumsi soda, bermain game dan menonton televisi, serta frekuensi makan.
Jika remaja lebih banyak mengonsumsi soda dan menonton televisi maka ia cenderung kelebihan berat badan. Sedangkan semakin sering remaja ini makan dalam porsi kecil maka kemungkinan ia menjadi kelebihan berat badan akan semakin kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seo menuturkan peran dari sekolah dan rumah bisa memberikan peluang besar bagi siswa untuk mendapatkan makanan bergizi dan aktivitas fisik yang baik, sehingga dapat mengontrol berat badannya.
"Mendorong siswa untuk menjaga pola makan teratur dengan setidaknya 3 kali sehari akan menjadi strategi yang baik dalam membantu siswa mencapai berat badan yang sehat," ujar Seo.
Dalam studi ini, peneliti dari IU's School of Public Health-Bloomington dan Indiana Institute on Disability and Community melibatkan 5.309 siswa yang berasal dari 11 sekolah.
Temuan ini mengkonfirmasi bahwa tingkat konsumsi soda yang tinggi bisa memperburuk berat badan, karenanya perlu didukung peraturan yang melarang penjualan soda dalam ukuran jumbo. Selain itu perlu lebih meningkatkan program aktivitas fisik bagi siswa sekolah agar aktif bergerak, dan juga memiliki frekuensi makan yang teratur seperti tidak melewatkan sarapan di pagi hari.
(ver/)










































