"Orang tua harus memperhatikan posisi kaki saat naik atau turun eskalator dan kemudian saat mau sampai," ujar Pakar kesehatan kerja dari Universitas Indonesia, Dr dr Astrid W Sulistomo, MPH, SpOk (spesialis okupansi atau spesialis kesehatan dan keselamatan kerja) saat dihubungi detikHealth, Senin (5/11/2012).
Dr Astrid menjelaskan orang tua perlu memperhatikan anaknya menginjak di mana atau posisi kakinya, dan orang tua jangan sambil mengobrol ketika membawa anaknya menggunakan eskalator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini dikarenakan ketika tangga eskalator sudah mau sampai maka rongga atau jarak antara 2 tangga akan semakin menyempit. Kondisi ini yang seringkali membuat kaki anak terjepit.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan alas kaki, seseorang tidak dianjurkan menggunakan alas kaki karet seperti sandal jepit atau sepatu yang longgar ketika menggunakan eskalator.
"Kalau pakai sandal jepit, jika terjepit langsung kena kaki dan tidak ada yang melindungi. Sedangkan sepatu yang longgar membuat seseorang tidak bisa merasakan apakah posisi kakinya sudah pas atau belum, sebaiknya gunakan alas kaki yang pas," imbuhnya.
Meski menggunakan eskalator terbilang mudah dan bukan lagi menjadi hal yang asing, setiap orang tetap perlu memperhatikan cara penggunaan yang benar agar terhindar dari kecelakaan baik yang bersifat ringan hingga berat.
"Yang penting baik bagi diri sendiri atau anak adalah jangan menganggap eskalator seperti permainan, misalnya anak mau naik duluan atau sendiri. Orangtua harus waspada dengan kemungkinan itu (terjepit) terjadi, karenanya harus ikuti langkah yang benar," ujar Dr Astrid.
(ver/nvt)











































