Menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh peneliti dari Albany Medical Center, New York, sakit kepala anak jarang sekali dipicu oleh gangguan penglihatan. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati 160 anak berusia di bawah 18 tahun yang sering mengeluhkan sakit kepala.
Peneliti juga membandingkan hasil uji penglihatan partisipan yang mengeluhkan sakit kepala dengan riwayat rekam medisnya sebelum mengalami gangguan itu. Ternyata 75 persen partisipan memperlihatkan hasil tes yang tak jauh berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap studi ini akan membantu meyakinkan orang tua bahwa pada sebagian besar kasus sakit kepala yang terjadi pada anak-anak tak melulu berkaitan dengan gangguan penglihatan atau mata, bahkan sebagian besar sakit kepala itu akan hilang dengan sendirinya," terang Dr. Zachary Roth yang memimpin studi ini seperti dikutip dari CNN, Selasa (13/11/2012).
Informasi ini seharusnya bermanfaat bagi dokter keluarga dan dokter anak yang menangani anak-anak dengan masalah sakit kepala semacam ini.
Dari sebagian besar kasus sakit kepala pada partisipan, peneliti menemukan kasus sakit kepala itu akan hilang dengan sendirinya selama beberapa waktu, terlepas si anak disarankan memakai kacamata atau tidak. Kalaupun si anak memakai kacamata baru, tak ada kecenderungan sakit kepalanya akan membaik.
Sepakat dengan studi ini, Dr. Daniel Neely, profesor ophthalmology dari Indiana University dengan spesialisasi kedokteran anak dan ketua American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus menyatakan, "Gangguan mata sangat jarang ditemukan pada anak ketika mereka mengeluhkan sakit kepala. Tapi jika Anda berpikir begitu, bawalah anak ke dokter umum dulu jika dia mengeluhkan sakit kepala. Dari situ mereka akan memberikan penilaian apakah screening mata diperlukan atau tidak."
(nvt/nvt)











































