Studi baru yang dilakukan peneliti dari Swedia menunjukkan ikut kelas menari dan melakukan beberapa gerakan bisa memberikan tambahan yang cukup baik bagi kesehatan mental remaja terutama perempuan.
Peneliti mengungkapkan tari adalah salah satu bentuk aktivitas fisik yang populer terutama di kalangan perempuan muda. Kesempatan ini yang digunakan peneliti untuk meningkatkan sikap tubuh serta persepsi diri yang rendah yang umum dijumpai pada remaja perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Remaja perempuan ini diikutkan pada kelas tari selama 8 bulan, dan peneliti menilai kadar kesehatan dari masing-masing remaja dengan menggunakan skala 1-5 dan diukur sebelum studi, 3 kali selama studi dan setelah 8 bulan.
Hasilnya remaja perempuan yang mengikuti kelas tari memiliki lebih banyak perbaikan dalam status kesehatan mentalnya bahkan setelah kelas tari berakhir, dibandingkan dengan remaja yang masuk dalam kelompok kontrol.
Selain itu, sekitar 91 persen gadis remaja yang mengikuti kelas tari memiliki pengalaman positif yang lebih baik. Hasil ini dilaporkan dalam jurnal Archives of Pediatric and Adolescent Medicine, seperti dikutip dari LiveScience, Selasa (13/11/2012).
Hal ini kemungkinan karena kelas menari menyenangkan dan tidak ada tekanan yang dirasakan oleh remaja. Serta aspek sosial sangat penting karena membuat gadis remaja berkesempatan mendapat teman baru dan menikmati waktu melakukan hal yang disenanginya.
Para peneliti mengungkapkan peran dari aktivitas fisik sosial yang menyenangkan bisa mempengaruhi kesehatan, bukan hanya kesehatan fisik tapi juga mental dari remaja itu sendiri.
(ver/)











































