Nyeri Dada Pada Anak Kebanyakan Akibat Stres

Nyeri Dada Pada Anak Kebanyakan Akibat Stres

- detikHealth
Selasa, 20 Nov 2012 18:01 WIB
Nyeri Dada Pada Anak Kebanyakan Akibat Stres
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Nyeri dada yang muncul bisa disebabkan oleh banyak hal. Tapi jika dialami oleh anak-anak, peneliti mengungkapkan hal ini lebih banyak disebabkan oleh faktor psikologis seperti stres ketimbang gangguan fisik.

Studi yang dilakukan University of Georgia (UGA) menemukan anak yang didiagnosis mengalami nyeri dada lebih tinggi disebabkan oleh gangguan kecemasan dan depresi dibanding dengan anak yang memiliki masalah jantung seperti aliran darah abnormal dan gangguan struktur jantung.

"Fakta ini menunjukkan gejala psikologis dapat memainkan peran dalam kemunculan nyeri dada," ujar Jennifer Lee, ketua studi dari UGA Franklin College of Arts and Sciences, seperti dikutip dari Health24, Selasa (20/11/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil studi yang diterbitkan dalam Journal of Pediatric Psychology mengungkapkan terjadi peningkatan yang cukup signifikan secara statistik dalam hal kecemasan dan depresi diantara pasien yang mengalami nyeri dada.

Lee menjelaskan anak-anak ini juga melaporkan kasus yang lebih besar dari gejala fisik dengan penyebab yang tidak jelas, seperti nyeri sendi, sakit perut dan juga sakit kepala. Serta menghabiskan sedikit waktu di sekolah dan kurang terlibat dalam kegiatan ekstra kurikuler.

"Gejala-gejala ini diyakini manifestasi dari psikologis stres. Terkadang otak tidak memberitahu bahwa Anda sedang stres, tapi tubuh Anda akan mengalami gejala seperti itu," ujar Lee.

Pasien anak yang mengalami nyeri dada tanpa gangguan jantung juga melaporkan sensitivitas kecemasan yang lebih tinggi, rasa takut yang mempengaruhi gejala fisik serta hal-hal lain yang berhubungan dengan masalah psikologis.

Studi ini melibatkan 129 pasien berusia 8-18 tahun yang harus menyelesaiakn survei sebelum diagnosis. Dalam hal ini peneliti melakukan skrining terhadap psikologis, faktor medis, serta kemungkinan lainnya.

Jika pada orang dewasa nyeri dada sering dikaitkan dengan masalah jantung, maka pada anak-anak hanya kurang dari 2 persen pasien yang menerima diagnosis gangguan jantung akibat rasa nyeri yang muncul.

Untuk itu hal yang paling penting jika orangtua menemukan anaknya sering mengeluh nyeri dada dan hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan adanya gangguan, bisa jadi hal ini disebabkan oleh gangguan psikologis seperti stres, kecemasan atau depresi.

Sebaiknya pasien duduk bersama dengan keluarga dan mencari tahu apa yang paling dikhawatirkan oleh si anak, sehingga dapat mengatasi masalah psikologisnya dan mengurangi nyeri dada yang muncul.

(ver/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads