Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengumpulkan data dari 312 pelajar kelas 6-8 di sekolah-sekolah di West Michigan. Para pelajar ini diuji tingkat kebugarannya dengan sejumlah latihan fisik seperti push-up dan lari maju-mundur.
"Untuk studi ini kami mengamati segala aspek kebugaran fisik seperti lemak tubuh, kekuatan otot, fleksibilitas dan daya tahan serta kaitannya dengan nilai ujian atau performa akademik remaja/anak-anak. Masalahnya jika salah satu aspek itu ada yang kurang maka mereka tak bisa dibilang fit," ungkap ketua tim peneliti, Dawn Coe, mahasiswa program doktoral departemen kinesiologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, anak yang paling bugar mendapatkan nilai tes fisik tertinggi sekaligus nilai ujian terbaik, tak peduli apapun jenis kelaminnya atau apakah mereka sudah mengalami pubertas atau belum.
"Menjadikan kebugaran sebagai bagian penting dalam kehidupan anak juga mendorongnya memperoleh masa depan yang sukses. Pasalnya anak yang fit akan tumbuh menjadi orang dewasa yang fit juga dan sekarang kita dapat membuktikan bahwa kebugaran ini memang erat kaitannya dengan prestasi akademik," pungkas peneliti lain, James Pivarnik seperti dikutip dari health24, Senin (10/12/2012).
Untuk itu, peneliti pun berkesimpulan bahwa sekolah harus menyeimbangkan pendidikan inti dengan pendidikan kebugaran jasmani karena keduanya saling melengkapi.
Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Sports Medicine and Physical Fitness.
(vit/vit)











































