Berharap mendapat efek serupa, siswa sekolah ikut-ikutan meminum minuman energi untuk meningkatkan stamina di sekolah. Namun sebuah penelitian menemukan bahwa minuman energi tidak berpengaruh apapun pada kemampuan kognitif siswa di sekolah.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa dalam hal kemampuan di sekolah, tidak ada alasan untuk menyarankan manfaat minuman energi bagi anak-anak muda untuk membenarkan risiko yang bisa ditimbulkan," kata peneliti, Pascal Wilhelm dari University of Twente seperti dilansir Counsel and Heal, Selasa (15/1/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti menambahkan perasa untuk menyamarkan rasa minuman energi dengan squash. Para siswa lalu diminta menjalani sejumlah tes tertulis untuk menilai kemampuan memperhatikan, konsentrasi, belajar, memori, penalaran verbal, numerik dan kosa kata.
Hasil temuan menunjukkan bahwa anak yang minum minuman energi ternyata tidak lebih baik kemampuannya jika dibandingkan anak-anak lainnya. Bahkan kandungan kafein dalam minuman energi bisa membuat anak jadi sakit kepala dan insomnia.
Dalam laporan penelitian yang dimuat jurnal Tijdschrift voor Psychiatrie, peneliti menilai bahwa sering mengkonsumsi minuman energi dapat meningkatkan risiko penggunaan narkoba. Oleh karena itu, peneliti menyarankan bagi siswa yang ingin mendapat asupan energi untuk mencari asupan kafein dari kopi saja.
(pah/)











































