"Penyebab kanker pada anak tidak diketahui. Tapi diduga interaksi fungsi kimia, radiasi, genetik," kata pakar kanker anak dr Edi Setiawan Tehuteru Sp.A(K), MHA, IBCLC, di Rumah Anyo, Jl Anggrek Nelli Murni A110, Slipi, Jakarta Barat, dan ditulis pada Senin (28/1/2013). Rumah Anyo merupakan tempat tinggal sementara anak-anak penyandang kanker.
Karena kanker pada anak tidak bisa dicegah, maka yang bisa dilakukan orang tua adalah mewaspadai gejalanya. "Kalau curiga karena anak pucat, demam, dan pendarahan maka cek dulu ke dokter. Sebab itu bisa dicurigai leukemia," imbuh dr Edi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun jika melihat bercak putih di bagian tengah mata bayi yang seolah bersinar bila kena cahaya, atau mata juling mendadak. Sebab hal itu bisa dicurigai sebagai retinoblastoma atau kanker kornea mata.
Jika anak mengeluh pusing, muntah yang menyemprot, lumpuh, dan gangguan keseimbangan maka patut dicurigai terkena kanker otak. Jika perut anak membuncit tanpa sebab jelas, maka jangan kerap ditekan-tekan. Sebaiknya Anda segera membawa anak ke dokter.
"Semakin awal kanker terdeteksi maka semakin besar kemungkinan untuk sembuh," sambung dr Edi.
dr Edi mewanti-wanti agar orang tua tidak melakukan penundaan pada pengobatan anak. Sebab penundaan hanya akan membuat keadaan semakin buruk.
"Kalau diketahui sejak dini ada retinoblastoma, bisa dilakukan pengobatan sehingga meminimalkan pengangkatan bola mata. Demikian pula dengan kanker lainnya," kata dokter yang berpraktik di RS Dharmais ini.
(/up)










































