Suntikan Ini Bisa Turunkan Berat Badan Anak Obesitas

Suntikan Ini Bisa Turunkan Berat Badan Anak Obesitas

Vera Farah Bararah - detikHealth
Selasa, 12 Feb 2013 15:33 WIB
Suntikan Ini Bisa Turunkan Berat Badan Anak Obesitas
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Jumlah anak obesitas semakin bertambah jumlahnya dan membuat ia berisiko berbagai penyakit. Tapi kini peneliti menemukan obat suntik yang bisa membantu menurunkan berat badan anak obesitas.

Obat suntik yang baru ditemukan ini bisa membantu anak-anak obesitas menurunkan berat badannya, meski usianya baru 12 tahun. Suntikan ini membuat anak-anak merasa kenyang dan menahan nafsu makannya.

Peneliti menguji obat ini pada anak-anak berusia 12-19 tahun yang digolongkan sebagai obesitas klinis dan berisiko terkena berbagai penyakit seperti jantung dan diabetes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak-anak yang menjadi partisipan dalam studi ini diberikan suntikan berisi bahan kimia yang disebut dengan GLP-1. Zat kimia ini dapat menekan rasa lapar selama 3 bulan.

Peneliti mengungkapkan obat ini bisa mengurangi nafsu makan dan berat badan pasien. Jika tahap uji coba berikutnya disetujui oleh regulator medis Eropa, suntikan ini bisa tersedia dalam waktu 5 tahun ke depan.

"Studi ini bukti bahwa pengobatan secara signifikan bisa mengurangi berat badan pada remaja yang mengalami obesitas parah," ujar peneiti utama Dr Aaron Kelly, seperti dikutip dari The Sun, Selasa (12/2/2013).

Selama ini operasi seperti bypass lambung dipandang sebagai cara yang terlalu berisiko untuk kelompok usia anak dan remaja, karena itu beberapa peneliti berusaha mencari metode baru untuk mengatasi hal ini.

Kelebihan berat badan dan obesitas pada anak tidak hanya dapat mempengaruhi kesehatan fisik saat dewasa saja, tapi ia juga berisiko 2 kali lipat mengalami masalah mental dan perilaku.

Lembar fakta dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan pada tahun 2010 ada sekitar 43 juta anak di bawah umur 5 tahun mengalami kelebihan berat badan. Hampir 35 juta anak-anak ini tinggal di negara berkembang dan 8 juta lainnya di negara maju.

Normalnya bayi usia 0-2 tahun memang mengalami pertambahan berat badan, setelah itu anak akan kembali normal dan kemudian bertambah lagi berat badannya. Tapi pada usia 9 tahun, risiko anak menjadi gemuk akan meningkat, terlebih jika ibunya sudah gemuk selama mengandung si anak.

(ver/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads