Waspadai 4 Jenis Parasit Ini yang Seringkali Menginfeksi Anak

Waspadai 4 Jenis Parasit Ini yang Seringkali Menginfeksi Anak

Linda Mayasari - detikHealth
Jumat, 15 Feb 2013 15:00 WIB
Waspadai 4 Jenis Parasit Ini yang Seringkali Menginfeksi Anak
(Foto: ThinkStock)
Jakarta - Di usianya yang masih sangat muda, anak-anak sangat rentan terjangkit parasit atau serangga penyebab masalah kesehatan. Setelah anak bermain di luar rumah, pastikan untuk membersihkan tubuhnya dan mencuci pakaian anak agar terhindar dari infeksi parasit.

Waspadai jenis parasit penyebab infeksi yang seringkali menyerang anak-anak, seperti dilansir Parenting, Jumat (15/2/2013) berikut ini:

1. Cacing kremi
Cacing kremi dapat menyebabkan infeksi usus, dengan ciri-ciri fisik berwarna putih, panjangnya sekitar setengah inci dan sangat tipis seukuran benang. Telur cacing kremi dapat menetas dalam usus kecil dan pindah ke usus besar bayi. Cacing betina dewasa, keluar dari usus pada malam hari untuk bertelur di luar anus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anda bahkan dapat melihat cacing kremi tersebut di sekitar dubur, celana dalam, atau kotoran anak. Anak dapat terkena cacing kremi jika bermain di tempat yang kotor, di mana telur cacing kremi dapat menempel di bawah kuku anak dan bertahan hingga 2 minggu. Kemudian, telur tersebut dapat tertelan dan masuk ke dalam usus anak.

Anak yang terinfeksi cacing kremi akan merasa gatal di bagian anus ketika malam hari, yaitu saat cacing betina bertelur. Jika anak Anda mengalami gejala tersebut, segera periksakan ke dokter yang biasanya akan diresepkan dosis tunggal anti-parasit dan dosis kedua setelah 2 minggu.

Anda juga perlu mengambil pengobatan cacing kremi untuk seluruh keluarga karena juga dapat menginfeksi orang dewasa. Rendamlah pakaian anak yang telah terinfeksi cacing kremi dengan air panas sebelum mencucinya. Cuci semua selimut, sprei, boneka, dan handuk anak sesering mungkin setidaknya 3 minggu sekali.

2. Kutu rambut
Kutu merupakan parasit penghisap darah yang sering tinggal di kulit kepala dan rambut. Kutu bertelur dan melampirkan telurnya di dasar rambut yang memiliki siklus hidup di kepala manusia selama satu sampai tiga minggu.

Jika kutu berkembang pada kepala anak, dirinya akan merasa gatal dan terus menerus menggaruk kulit kepala. Kutu ini menular melalui interaksi kepala ke kepala, topi ke topi, bantal ke kepala, atau sisir ke kepala. Parasit ini bahkan dapat hidup selama beberapa hari tanpa kontak manusia.

Kebanyakan dokter menyetujui penggunaan sampo pestisida untuk mengusir kutu dari kepala anak. Pilihan lain yang lebih alami adalah dengan minyak zaitun, minyak pohon teh, atau petroleum jelly, yang membuat kutu mati lemas. Rendam sprei, sarung bantal, pakaian, dan sisir dengan air panas sebelum mencucinya agar terbebas dari kutu.

3. Jamur kurap
Jamur kurap biasanya membentuk lingkaran besar di kulit yang berwarna merah dan sangat gatal. Jamur tersebut sangat menyukai area kulit yang hangat sekaligus lembab seperti pada lipatan kulit. Kurap dapat dipicu oleh handuk basah, tikar senam, dan pakaian renang.

Sayangnya, kurap ini dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh dengan menggaruknya. Waspadai jika kulit anak terlihat merah, bersisik, dan muncul ruam gatal. Kurap ini dapat diatasi dengan menerapkan krim antijamur yang dapat diperoleh di apotek.

Tetapi jika infeksi menetap dan berlangsung lebih dari 2 minggu, dokter mungkin akan memberikan resep obat pembunuh jamur. Pastikan untuk rajin mencuci semua handuk, seprai, pakaian renang, dan pakaian anak lainnya.

4. Tungau kudis
Kudis disebabkan oleh tungau kecil yang bersembunyi ke dalam kulit dan menyebabkan rasa gatal, yang biasanya memburuk pada malam hari. Tungau tersebut cenderung menggali kulit di area tangan, kaki, dan pinggang.

Kudis sangat mudah menyebar melalui kontak dengan orang yang terinfeksi, misalnya dengan memeluk atau memegang tangan. Penularan juga dapat terjadi melalui penggunaan handuk, pakaian, sprei, dan barang-barang lian yang digunakan bergantian dengan orang yang terinfeksi. Sama seperti cacing kremi, kudis juga dapat menyerang seluruh anggota keluarga.

Jika anak merasakan sensasi gatal yang luar biasa dan muncul lubang kecil pada kulitnya, segera periksakan ke dokter agar tidak meninggalkan bekas luka yang mengganggu. Dokter biasanya akan memberikan resep lotion anti kudis dan antihistamin untuk membantu mengurangi rasa gatal.

Cucilah semua pakaian, sprei, dan handuk yang telah digunakan oleh anak dalam tiga hari terakhir.




(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads