Studi: Punya Banyak Anak Laki-laki Bisa Memperpendek Usia Ibu

Studi: Punya Banyak Anak Laki-laki Bisa Memperpendek Usia Ibu

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 28 Feb 2013 07:34 WIB
Studi: Punya Banyak Anak Laki-laki Bisa Memperpendek Usia Ibu
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Hampir setiap keluarga menginginkan anak laki-laki yang dapat dibanggakan dan kelak menggantikan peran ayah sebagai tumpuan bagi keluarga. Tapi sebuah studi baru dari Finlandia menemukan bahwa memiliki anak laki-laki tak serta-merta membuat keluarga bahagia karena hanya dengan memiliki anak laki-laki, sang ibu bisa saja tak berumur panjang.

Bahkan menurut studi ini seorang wanita yang memiliki beberapa anak laki-laki usianya 8,5 bulan lebih sedikit daripada wanita yang memiliki sejumlah anak perempuan saja, tak peduli berapapun kekayaannya dan status sosialnya. Namun kondisi serupa tak mempengaruhi usia harapan hidup ayah.

Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti mengamati data kelahiran yang dialami lebih dari 11.000 ibu dari 8 paroki di Finlandia pada abad ke-17 hingga ke-20 dimana sebagian besar masyarakatnya masih agraris dan tidak mendapatkan akses fasilitas kesehatan modern.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari situ diketahui seorang ibu yang memiliki enam anak laki-laki akan hidup rata-rata selama 32,4 tahun setelah kelahiran anak terakhir mereka, sedangkan wanita yang memiliki beberapa anak perempuan bisa hidup rata-rata selama 33,1 tahun pasca persalinan terakhirnya.

Peneliti menduga ketika dikandung, bayi laki-laki menghasilkan lebih banyak hormon testosterone daripada anak perempuan padahal hal itu dapat melemahkan sistem kekebalan sang ibu. Lagipula bayi laki-laki tumbuh lebih cepat di dalam rahim sehingga terasa lebih berat ketika dikandung, artinya menempatkan lebih banyak beban pada tubuh ibu.

"Studi ini menunjukkan makin banyak anak laki-laki yang dimiliki seorang wanita maka tingkat keberlangsungan hidup pasca reproduksinya jadi makin rendah. Lagipula faktor sosial budaya juga dapat berperan dalam hal ini karena ketika dewasa, anak perempuan seringkali masih menyokong kehidupan ibunya, lain halnya dengan anak laki-laki," terang peneliti Dr. Samuli Helle dari University of Turku, Finlandia seperti dilansir Daily Mail, Kamis (28/2/2013).

Kendati begitu, Dr. Helle menduga fenomena ini tampaknya hanya berlaku bagi masyarakat negara berkembang. Bagi negara maju seperti Inggris dan Finlandia masa kini, fenomena ini mungkin sudah jarang terjadi karena jumlah keluarga yang lebih sedikit dan fasilitas kesehatan maupun akses terhadap makanan sehat sudah jauh lebih baik.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Biology Letters.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads