Kulit Hidung Membusuk, Bocah Ini Diduga Kena Penyakit Kulit Langka

Kulit Hidung Membusuk, Bocah Ini Diduga Kena Penyakit Kulit Langka

Robert - detikHealth
Kamis, 28 Feb 2013 17:32 WIB
Kulit Hidung Membusuk, Bocah Ini Diduga Kena Penyakit Kulit Langka
Irfan tergolek lemas (Foto: Robert/detikHealth)
Samarinda - Irfan hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur rumah sakit. Kepalanya dibebat perban, dan jarum infus terpasang di tangan kirinya. Bila diperhatikan, kulit di bagian hidung bocah berusia 13 tahun ini membusuk.

Irfan yang tinggal di Jl Otto Iskandardinata, Samarinda, Kalimantan Timur, ini sekarang mendapat perawatan di RSUD Abdul Wahab Syachranie, Samarinda. Beberapa orang menduga Irfan mengalami penyakit kulit karena alergi terhadap sinar matahari (Sperodartma Vikmentosum).

Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail didampingi Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda dr Nurliana Adriati Noor, menyempatkan diri menjenguk Irfan yang dirawat di ruang perawatan Cempaka 1 dalam sepekan terakhir. Bocah laki-laki yang hanya mengenyam pendidikan di bangku kelas 3 SD terpaksa tidak melanjutkan sekolah akibat penyakit yang dideritanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berhenti sekolah sejak kelas 3 SD. Sudah 5 tahun terakhir ini, 5 kali keluar masuk rumah sakit. Awalnya hanya muncul seperti alergi biasa di tangan, kaki dan wajahnya," kata ayah kandung Irfan, Aspul, kepada wartawan di ruang perawatan Cempaka I, Kamis (28/2/2013).

Belakangan, kondisi kulit menyerupai alergi itu di tubuh Irfan kian parah, sehingga memaksa dia harus menjalani perawatan intensif rawat inap di rumah sakit. Bahkan, di bagian hidung Irfan terlihat kulit membusuk dan di bagian telinganya terdapat daging tumbuh.

"Tidak bisa terkena sinar matahari. Kalau kena sinar matahari seperti panas terbakar," ujar Aspul.

Menindaklanjuti indikasi penyakit yang dialami Irfan, tim medis dokter spesialis kini menangani penyakit Irfan yang tergolong langka. Tim medis telah melakukan operasi di bagian kepala Irfan, untuk melakukan uji sampel.

"Beberapa hari lalu, kita lakukan operasi, ada bagian kepala yang kita buang. Nanti selanjutnya kita kolaborasikan dengan dokter bedah plastik untuk mengoperasi hidungnya," kata Dokter Spesialis Bedah Anak RSUD Abdul Wahab Syachranie, dr Dadik Agus Sanyoto.

Dia menjelaskan Irfan mengalami kelainan kulit yang kemungkinan berisiko bermutasi menjadi tumor ganas. Tim dokter curiga bagian kepala Irfan sudah berubah menjadi tumor ganas, karena itu dibuang melalui operasi.

"Kalau hasil pemeriksaan nanti tumor ganas, nanti akan ada langkah-langkah lanjut," sambung Dadik.

"Kalau perlu dilakukan Radio Theraphy, nanti kemungkinan dirujuk ke tempat lain. Tapi ini sepertinya bukan karena pengaruh radiasi (sinar matahari). Kita tidak bisa berandai-andai, nanti akan dipastikan. Yang jelas ini penyakit sangat langka," sebut Dadik.

Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail menerangkan Pemkot Samarinda memastikan menanggung biaya pengobatan penyakit Irfan. "Kita beri support Irfan dan keluarganya. Ini sudah ditanggung Jamkesda dan ditangani dengan baik oleh tim dokter. Selain dokter spesialis bedah anak, juga ada dokter spesialis kulit," kata Nusyirwan.

Jika Irfan harus dirawat di luar daerah, maka harus dengan rujukan dokter yang menanganinya. Jika nantinya ada penanganan medis yang tidak ditanggung Jamkesda, Nusyirwan berjanji akan mengembangkan melalui program CSR perusahaan maupun yayasan-yayasan yang memiliki kepedulian pada penyakit langka ini.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads