Senin, 18 Mar 2013 09:17 WIB

Bagaimana Menghadapi Anak yang 'Hobi' Marah-marah?

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Anak yang satu beda dengan anak yang lain. Ada anak yang kalem, tetapi juga ada anak yang sepertinya punya 'hobi' marah-marah. Nah, bagaimana menghadapi anak yang suka marah?

Menurut play terapist, Dra Mayke S Tedjasaputra Msi, ada beberapa penyebab anak suka marah. Pertama, karena memang temperamen. Kedua, karena pola pengasuhan. Ketiga, karena frustasi lantaran orang tuanya sering tidak berada di rumah. Keempat, sengaja berulah untuk mendapat perhatian supaya diajak bermain.

"Kalau anak suka marah-marah diajak bermain saja. Memang mainnya anak macam-macam, ada yang tahan 15 menit, malah ada yang tahan 15 menit saja. Kadang ada anak yang langsung marah saat mainan yang disusunnya rusak dan berantakan. Saat seperti ini besarkanlah hatinya," kata Mayke usai gebyar posyandu tumbuh aktif tanggap (TAT) di Gedung Basket, Gelora Bung Karno, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta, dan ditulis pada Senin (18/3/2013).

Gagal memang tidak saja dialami orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Karena itu saat anak-anak merasa gagal karena mainan yang disusunnya rusak, ajak dan semangatilah anak untuk mulai dan mencoba lagi. Karena menghadapi sesuatu dengan marah-marah tidak akan menyelesaikan masalah.

"Pesan bagi anak, saat jatuh bukan lari dari masalah tapi menyelesaikannya," sambung Mayke.

Menurutnya anak merasa senang saat diajak bermain orang tuanya, dan bukan sekadar dibelikan mainan baru. Bahkan hanya dengan diajak berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah oleh orang tuanya, anak merasa senang.

"Dengan diajak jalan di dekitar rumah, mereka bisa belajar tentang alam. Nantinya mereka bisa jadi aware dengan lingkungannya," imbuh dosen psikologi UI ini.

Mayke menganjurkan agar anak-anak tidak terlalu sering menonton televisi atau DVD, bermain gam di komputer, tablet, maupun handphone. Sebab sejumlah penelitian mengatakan permainan semacam itu bisa membuat mata menjadi lemah.

"Daripada aktivitas komputer, lebih baik aktivitas sentuh dan pegang seperti menyusun balok, mewarnai, dan menggambar," saran Mayke.

(vit/up)