Ini Sebabnya Gangguan Perkembangan Lebih Banyak Dialami Anak Kota

Ini Sebabnya Gangguan Perkembangan Lebih Banyak Dialami Anak Kota

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Senin, 25 Mar 2013 17:03 WIB
Ini Sebabnya Gangguan Perkembangan Lebih Banyak Dialami Anak Kota
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Umumnya banyak orang beranggapan bahwa anak-anak di pedesaan lebih terbelakang karena lebih sulit mengakses layanan kesehatan. Dengan kata lain, anak-anak kota disebut lebih bagus perkembangan fisik dan mentalnya. Namun kenyataannya, justru anak-anak di desalah yang lebih sehat.

"Kalau kita lihat anak-anak di sekeliling kita di kota, malah lebih mudah dijumpai anak yang mengalami gangguan perkembangan," kata dr Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh-Kembang Anak RS Dr. Sutomo, Surabaya dalam acara launching 'Happy Tummy Council' yang digelar Nestle Nutrition di Hotel JW Marriot Jakarta, Senin (25/3/2013).

Dr Suryawan menerangkan bahwa semakin dekat dengan kota, kasus-kasus gangguan perkembangan pada anak lebih banyak terjadi. Namun daerah yang lebih desa, kasus gangguan perkembangan relatif lebih jarang ditemui. Menurut dr Suryawan, rahasianya ada saluran pencernaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saluran pencernaan yang baik menjamin otak anak mendapat asupan nutrisi yang baik. Saat berusia 0 - 2 tahun, otak anak mengalami perkembangan hingga 80 persen. Saat mencapai usia 6 tahun, perkembangan otaknya mencapai 90 persen. Setelah itu, perkembangan otaknya kurang begitu signifikan.

Masa-masa 0 - 6 tahun ini disebut juga dengan periode kritis, karena apa yang terjadi pada otak tidak dapat dikembalikan lagi. Pada periode kritis ini, asupan nutrisi amat penting. Untuk menjamin adanya kecukupan nutrisi, pencernaan yang sehat adalah kuncinya. Namun sistem pencernaan manusia tidak dapat bekerja sendiri

Untuk membantu mencerna makanan, pencernaan manusia dibantu oleh bakteri-bakteri baik di dalam perut seperti probiotik dan bifidiobakterium. Bakteri-bakteri ini membantu mengkode 3 juta jenis gen untuk membentuk protein. Tak hanya itu, bakteri-bakteri baik ini juga memperkuat sistem kekebalan tubuh.

"Anak-anak di desa memiliki probiotik terbaik karena ibu-ibunya hanya bisa memberi ASI. Maka agar anak-anak tumbuh baik, kembali lah kepada alam," terang dr Suryawan.

Menurut dr Suryawan, sumber probiotik terbaik untuk bayi adalah yang terkandung dalam ASI, selebihnya bisa diperoleh dari bahan makanan sehari-hari. Anak-anak kota yang orang tuanya sibuk dan tak sempat diberi ASI tentu kurang mendapat asupan probiotik. Apalagi jika ditambah dengan konsumsi junk food.

"80 Persen pasien saya bukan berasal dari pasien yang tidak mampu. Mereka mampu, tetapi anak-anaknya mengalami keterbelakangan," pungkas dr Suryawan.

(pah/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads