Dr Adriana Ginanjar, MSc, psikolog yang juga Koordinator Klinik Terpadu Mandiga untuk anak-anak berkebutuhan khusus mengatakan masa remaja memang rawan bagi anak autis untuk kabur. Biasanya dimulai pada usia-usia di atas 13 tahun, yakni saat puber.
"Di usia tersebut, anak non autis kan memang mulai banyak ingin pergi dengan teman, mulai banyak ingin tahu kehidupan yang lebih luas. Nah anak autis seperti itu juga sih," kata Dr Adriana, saat dihubungi detikHealth, Rabu (1/5/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dr Adriana, anak autis yang kabur dari rumah biasanya memang ada tujuannya. Pada masa puber, anak-anak tersebut biasanya mulai gerah jika berdiam diri di rumah saja. Ada yang pergi ke suatu tempat, setelah ditanya ternyata ingin melihat pembangunan jembatan layang misalnya.
Ketika anak autis masuk masa puber pula, orang tua cenderung tidak lagi mengajaknya jalan-jalan karena semakin susah mengasuhnya. Padahal keinginan untuk jalan-jalan masih ada, lalu akhirnya si anak mencari akal agar bisa keluar rumah. Salah satu pilihannya adalah kabur dari rumah.
"Dari yang saya denger memang rata-rata ketika anak mulai remaja, nggak suka diatur-atur dan ingin explore lebih jauh," kata Dr Adriana.
Pernah punya pengalaman dengan anak autis yang kabur dari rumah? Kirim cerita Anda ke redaksi@detikhealth.com
Simak juga kisah Fay, bocah autis yang kabur dari Cibinong ke Penggilingan:
Bagian 1: Kabur dari Cibinong, Fay si Bocah Autis Ditemukan di Penggilingan
Bagian 2: Sendiri dan Tanpa Bekal, Fay si Bocah Autis Tempuh 50 Km Cuma 3 Jam
Bagian 3: Fay si Bocah Autis Jago Menghafal Rute, Tapi Masak Lari 50 Km?
(up/pah)











































