Anak yang Tak Berperasaan Gedenya Cenderung Jadi Psikopat

Anak yang Tak Berperasaan Gedenya Cenderung Jadi Psikopat

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jumat, 03 Mei 2013 12:36 WIB
Anak yang Tak Berperasaan Gedenya Cenderung Jadi Psikopat
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Tak mudah mendeteksi psikopat karena gangguan ini berbeda dengan gangguan mental seperti skizofrenia yang jelas gejalanya. Penelitian menemukan bahwa jika anak tidak dapat berempati terhadap rasa sakit yang diderita orang lain, maka besar kemungkinan dia akan tumbuh menjadi psikopat.

Penelitian tersebut dilakukan di Inggris, di mana para psikolog menscan otak anak-anak yang mengalami gangguan perilaku. Ketika diperlihatkan gambar seseorang yang tengah merasa sakit, daerah otak yang berhubungan dengan empati pada anak-anak ini tidak mau aktif.

"Temuan kami menunjukkan bahwa anak-anak dengan gangguan perilaku memiliki respon otak yang berbeda saat melihat orang lain sakit. Sangat penting untuk melihat temuan ini sebagai indikator kerentanan awal," kata Essi Viding, profesor psikologi di University College London seperti dilansir Medical Daily, Jumat (3/5/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menggunakan pencitraan magnetik resonansi fungsional (fMRI) untuk mendeteksi aktivitas otak, peneliti mengamati otak 37 anak-anak untuk melihat apakah gangguan perilakunya akan berubah setelah melihat foto orang yang mengalami kesakitan.

Hasil pemeriksaan otak tersebut lantas dibandingkan dengan pemeriksaan otak dari 18 anak yang tak memiliki gangguan perilaku, tetapi memiliki kapasitas intelektual, latar belakang sosial ekonomi dan etnis yang sama. Hasilnya menemukan bahwa anak-anak dengan gangguan perilaku lebih 'tak berperasaan'.

"Kita tahu bahwa anak-anak dapat menjadi sangat responsif terhadap intervensi dan tantangannya adalah melakukan intervensi yang lebih baik sehingga kita benar-benar dapat membantu anak-anak, keluarganya dan lingkungan sosial yang lebih luas," kata Viding.

Temuan yang dimuat jurnal Current Biology ini juga mengungkapkan bahwa tidak semua anak-anak dengan gangguan perilaku memiliki kerentanan yang sama. Beberapa di antaranya mungkin memiliki kerentanan neurobiologis untuk menjadi psikopat, sementara yang lainnya tidak.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa remaja dengan gangguan perilaku memiliki kecenderungan untuk terlibat dalam tindak kriminal, bercerai, mencandu alkohol dan putus sekolah.

(pah/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads