Summer Steer (4), putri Brad dan Andrea Steer meregang nyawa setelah menelan baterai litium. Baterai kecil ini kerap kali ditemukan di rumah, dan merupakan sampah yang kadang kala dibuang sembarangan.
Keluarga Steer berharap agar orang tua lainnya memetik pelajaran dari kasus yang dialami Summer. Sebab peristiwa semacam itu bisa terjadi di mana saja dan dialami siapa saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menambahkan jika peristiwa serupa terjadi, segeralah mencari bantuan medis. Jangan sampai pertolongan yang terlambat mempertaruhkan nyawa anak kesayangan.
Teman-teman Summer mengaku tidak tahu kapan gadis kecil berambut keriting itu menelan baterai litium tersebut. Mereka juga tidak tahu dari mana Summer menemukan baterai itu.
Beberapa saat setelah menelan baterai tersebut, sepertinya terjadi reaksi kimia di tubuh si kecil Summer. Badannya menjadi sedikit panas, dan dia tampak seperti orang sakit. Sampai akhirnya berdasar scan yang dilakukan rumah sakit diketahui terdapat baterai yang menyebabkan Summer sakit.
Baterai yang bentuknya mirip tombol itu ditengarai banyak ditemukan di rumah-rumah, sebab banyak benda yang menggunakan baterai tersebut. Bila tertelan, baterai bisa terjebak dalam kerongkongan dan memberi efek terbakar. Reaksi kimia yang dipicu air liur dapat terus membakar melalui berbagai lapisan jaringan organ sampai ke tulang belakang.
Sayangnya nyawa Summer tidak bisa diselamatkan. Namun keluarga Steer sangat berterimakasih kepada staf medis dan kru helikopter yang telah membawa dan merawat Summer ke Royal Brisbane and Women's Hospitals.
Menurut orang tuanya, hingga di saat-saat akhir hidupnya, Summer terlihat sangat berani menjalani cobaan yang dihadapi. Selama 4 tahun hidup bersama keluarganya, Summer juga dikenal sebagai anak yang manis.
Summer gemar bermain petak umpet dengan ibunya. Kadang dia pura-pura menjadi tamu yang mengetuk pintu, namun ketika ibunya menghentikan pekerjaan dan membuka pintu tidak menemukan siapapun. Dia juga suka naik sepeda dan berlari-larian.
Gadis kecil itu juga dekat dengan kakak laki-lakinya yang berusia 7 tahun, Finn. Mereka sering berpura-pura piknik di bawah meja dapur dengan berbekal aneka makanan.
Di mata orang-orang terdekatnya, Summer adalah sosok pemikir yang kadang tahu terlalu banyak tahu untuk anak seusianya. Summer juga dikenal sangat menyukai seni dan kerajinan. Sering kali dia membuat hadiah dari kardus yang telah didekorasinya.
"Jika tragedi Summer ini bisa menyelamatkan satu nyawa, maka pekerjaan selesai," kata sang ayah, Brad.
"Kami mencintai dan akan sangat merindukannya," imbuhnya.
Kasus ini seperti mengingatkan kembali bahaya memberikan benda-benda kecil pada anak, serta adanya gejala penyakit paru yang kemungkinan terjadi karena anak menghirup atau menelan objek tertentu. Hal ini dipublikasikan dalam jurnal Archives of Otolaryngology — Head & Neck Surgery.
Para peneliti mencatat munculnya perasaan tidak menyenangkan atau ada rasa aneh dari baterai di mulut memungkinkan anak-anak untuk meludah atau menelan segera mungkin. Insiden ini telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir karena semakin kecilnya perangkat elektronik yang digunakan.
Dalam penelitian ini juga diungkapkan jika seseorang menelan benda yang sangat kecil maka jarang terjadi komplikasi karena akan masuk ke saluran pencernaan dan keluar dari tubuh. Namun jika baterai yang ditelan berukuran sedang hingga besar maka bisa tersangkut dan merusak jaringan dengan cepat.
(vit/up)











































