Ingin Bantu Pengasuhan Paliatif Anak dengan Kanker? Jadi Relawan Saja

Ingin Bantu Pengasuhan Paliatif Anak dengan Kanker? Jadi Relawan Saja

- detikHealth
Rabu, 17 Jul 2013 17:40 WIB
Ingin Bantu Pengasuhan Paliatif Anak dengan Kanker? Jadi Relawan Saja
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Ada kebahagian tersendiri bukan jika bisa membuat orang lain tersenyum? Nah, banyak cara dilakukan untuk membuat orang lain tersenyum. Salah satunya adalah dengan membantu melakukan pengasuhan paliatif bagi anak-anak yang merupakan pasien kanker dan AIDS.

Asuhan paliatif merupakan komponen penting dalam layanan kesehatan, seperti untuk pasien penderita penyakit yang mengancam jiwa (life-threatening illnesses).

"Kalau mau bisa jadi relawan Yayasan Rumah Rachel. Hubungi saja sekretariat kami, dengan prinsip menangkap aspirasi atau kapasitasnya di bidang apa," ujar Progam Manager Yayasan Rumah Rachel, Nur Hanita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan dia dalam Sarasehan Sehati Bicara bertajuk 'Komitmen Novartis dalam Membantu Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien: Tekankan Manfaat Pengasuhan Paliatif Ideal' yang digelar di Kantor PT Novartis Indonesia, Axa Tower, Jl Prof Dr Satrio, Setiabudi, Kuningan, dan ditulis pada Rabu (17/7/2013).

Menurut dia, jika ada yang melamar menjadi relawan, maka Yayasan Rumah Rachel akan melakukan pencocokan antara kebutuhan dan minat yang bersangkutan. Setelah disetujui bergabung sebagai relawan, akan dilakukan orientasi penyamaan pemahaman.

"Jangan sampai seharusnya mendukung pasien, tapi melihat kondisi pasien malah pingsan," lanjut perempuan yang akrab disapa Onit ini.

Dikatakan Onit, pengasuhan paliatif terkait dengan psikolog, play therapist, music therapist, social worker, dan para relawan. Pelayanan ini mencakup pasien yang menjalani rawat inap di bangsal RS dan rawat inap di tempat yang bukan RS, pasien yang dirawat di rumah sehingga pelayanan diberikan dengan kunjungan rumah, dan rawat jalan.

"Ada bercandaan paliatif urusannya dengan yang mau mati. Padahal ini seharusnya dilakukan sejak awal diagnosis ditegakkan. Jadi ini bukan hanya end of life care, tetapi juga saat sakit, menjelang ajal, dan pasca kematian," papar perempuan berkacamata ini.

Karena itu fokus pengasuhan paliatif adalah peningkatan kualitas hidup pada pasien dan keluarganya. Bagi Yayasan Rumah Rachel, semua orang memang akan mati, namun yang terpenting adalah bagaimana kondisi dan perasaan pasien tersebut saat akan meningal.

(vit/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads